LOGO BINTANG PELAJAR

Announcement Scroller

Stay updated with all our latest news enter your e-mail address here

Delivered by FeedBurner

Anak dan Teknologi
Anak dan Teknologi

“Waduh lucyu ni, kitaa bangett deh,” ucap pak Imran, suami bu Ellen, sambil menunjukkan gambar yang ada di Blackberry-nya yang melukiskan sebuah keluarga di mana ayah, ibu dan anak-anak duduk bersama-sama berdekatan dalam sebuah ruangan, namun masing-masing sibuk menggunakan benda teknologi.

Ayah sibuk dengan ipadnya, ibu asyik dengan Blackberry-nya, sedangkan sang kakak juga asyik dengan ponselnya dengan earphone di telinga dengan kepala sedikit miring mengikuti musik yang didengarkannya. Lalu adik sedang asyik main games  sambil menggoyangkan kaki. Semua berkumpul, semua serius, semua berdekatan, namun semua asyik sendiri dengan dunia masing-masing.

Secara tidak disadari, gambaran di atas sering terjadi ada pada diri kita dan keluarga kita. Ungkapan pak Imran, suami bu Ellen, benar adanya. Walaupun bu Ellen menyanggah ucapan suaminya dengan mengatakan ”Akh terlalu berlebihan” kepada suaminya, namun dalam hati dia mengakui juga hal tersebut. Bahkan sekarang sudah dikenal slogan mengenai korban teknologi yang masuk dalam arena keluarga, yaitu “Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.”

Apabila perangkat-perangkat lunak berteknologi tinggi seperti tablet, smart phone dan lain-lain yang mempunyai kecepatan dalam mengakses informasi atau social network seperti facebook dan twitter digunakan oleh sesama anggota keluarga, seharusnya dapat mendekatkan yang sudah dekat. Karena komunikasi yang terjalin seharusnya lebih lancar dan cepat.

Namun kenyataannya tidak demikian. Tidak sedikit anak dengan bandelnya diam-diam mendelete kontak ibu dan ayahnya, bahkan terkadang sang anak dapat memiliki dua acoount yang tidak diketahui oleh ayah atau ibunya.

“Rugi rasanya.” Begitulah ungkapan bu Ellen dalam hati karena anak yang seharusnya mahir menggunakan komputer dan pandai browsing jika mencari informasi yang dibutuhkan –dikarenakan sang anak telah mendapat pelajaran komputer yang lebih dari cukup di sekolahnya– namun malahan begitu sudah kenal komputer dan dunia internet, yang dibrowsing oleh sang anak adalah games. Bahkan keluhan dari kawan-kawan bu Ellen yang sudah memiliki anak-anak remaja adalah browsing gambar-gambar porno.

Teknologi menyerang keluarga, tak hanya ayah dan ibu yang kena, anak-anak adalah mangsa yang paling empuk. Solusi yang diambil dengan menjauhkan anak dari teknologi juga tidak mungkin dilakukan di zaman informasi sekarang ini. Yang ada si anak akan menjadi benci dan diam-diam malah mengakses yang tidak-tidak, dan sebagai orangtua akan kewalahan untuk mengontrol dan membatasinya.

Maka jalan satu-satunya adalah dengan membuat suatu kesepakatan. Ketika anak dibelikan barang berteknologi tinggi, ada aturan main dan hal-hal apa saja yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh. Lalu dijelaskan mengapa begini mengapa begitu. Kemudian kesepakan itu ditandangani, dan bila ada yang melanggar, maka apa saja sanksinya perlu dipertegas.

Sebagai orang tua kita harus memberi mereka kepercayaan kepada anak-anak. Seringkali anak-anak tidak mampu memegang janji dan tidak mampu bertanggungjawab. Karena itu orangtua wajib untuk mengatur dan bersikap tegas. Sesekali dihukum dengan tidak diberi uang jajan dan tidak diperbolehkan menggunakan handphone atau computer (bahkan zaman sekarang anak-anak juga sudah menggunakan laptop).

Sekarang kembali pada kita sebagai orangtua, apakah kita maunya anak-anak menggunakan apa? Bila mereka diberi Blackberr, maka kita sebagai orang tua harus bekerjasama dengan pihak sekolah untuk melarang membawa Blackberry di sekolah dan harus disita jika kedapatan membawanya.

Sekolah yang disiplin biasanya melarang anak membawa handphone termasuk Blackberry ke sekolah karena menggangu pelajaran. Bila pun sangat terpaksa harus membawa handphone, maka handphone sang anak dapat dititipkan pada walikelas.  Akh, zaman dulu juga kita sekolah tidak pakai handphone, nyaman dan aman saja  kok.

Kembali pada anak dan teknologi, baik juga bila sekolah membuat acara technology camp, semacam acara menginap di sekolah dan memberikan training-training tentang kesadaran penggunaan teknologi disertai ikrar untuk menjadi pengguna teknologi yang bertanggungjawab. Di dalamnya terdapat janji tidak akan membuka akses pornografi, tidak lalai, lalu menggunakan internet untuk hal yang bermanfaat, serta pembatasan jam penggunaan teknologi secara bertanggungjawab dan lain lain.

Bila anak mampu melaksanakan janjinya dengan baik, maka orang tua maupun pihak sekolah bisa memberikan reward (hadiah) pada si anak. Teknologi bukan untuk dibenci, tapi untuk menjadikan kita lebih memahami.

Sumber: Republika Online


 
::. Allhamdulillah dan Selamat atas diterimanya Ananda di PTN Favorit : Fatimah Alifha (SMAN 6 Bogor, diterima di IPB - Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) -- Milenia Tadhita SNR (SMAN 3 Bogor, diterima di Unpad – Psikologi) -- Muhammad Rahman Amrullah (SMAN 3 Bogor, diterima di ITB – FTTM) -- Raja Mula Teguh Wirandio (SMAN 3 Bogor, diterima di UI - Teknik Industri) -- Rifky Khoeruddin (SMAN 3 Bogor, diterima di IPB - Teknologi Pangan) -- Shabrina Shaliha (SMAN 3 Bogor, diterima di UI - Pendidikan Dokter) -- Silke Ramadhani Tresnatri (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – FKG) -- Syifa Amalia (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Farmasi) -- Ivana Calista Brata (SMAN 1 Bogor, diterima di UI - Administrasi Niaga) -- Muhammad Reinaldi (SMAN 1 Bogor, diterima di Unpad- Televisi dan Film) -- Abiyu Muhammad Akmal (SMAN 1 Bogor, diterima di UI - Sistem Informasi) -- Annisa Ayu Saputri (SMAN 3 Bogor, diterima di UNPAD - Kedokteran Gigi) -- Farah Miranti Farizi (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAD - Pendidikan Dokter) -- Farih Afdhahul Ihsan (SMAN 5 Bogor, diterima di IPB – Manajemen) -- Karima Putri Mahdiyah (SMAN 1 Bogor, diterima di IPB – Agribisnis) -- Vanessa Zahra (SMA Dwi Warna Bogor, diterima di UNPAD – Kedokteran Gigi) -- Vicky Pratiwi (SMAN 3 Bogor, diterima di IPB – Teknologi Industri Pertanian) -- Alyssa Nadira Salsabila (SMAN 1 Bogor, diterima di IPB - Kedokteran Hewan) -- Yanathifal Salsabila (SMAN 9 Bogor, diterima di UI – Manajemen) -- Andini Putri Salma (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Vokasi Komunikasi) -- Annisa Aniza (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Sekolah Bisnis) -- Ayu Batari (SMAN 5 Bogor, diterima di UNPAD – Ilmu Kesejahteraan Sosial) -- Chanisiyah Lintang (SMAN 2 Bogor, diterima di UI – Kimia) -- Hafizah Putri Ramadhani (SMAN 2 Bogor, diterima di UNPAD – Agribisnis) -- Khalisha Farhanan (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Ilmu Komunikasi) -- Lazuardi Ilyasa  Iskandar (MAN 2 Bogor, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) -- Milenia Ihsanti Suwarna (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Agribisnis) -- Natsumi Jati Putri (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Manajemen) - Syelin Pratika Sanindita (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Sastra Korea) -- Aditya Taufiq R (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Manajemen) -- Tissa Willavia (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAD – Pendidikan Dokter) -- Vida Zinia Putri H (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Andina Eka Prihertanti (SMAN 1 Cibinong, diterima di UI - ) -- Risyad Pangestu (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAd – Teknik Informatika) -- Ika Keumala Fitri (SMAN 1 Bogor, diterima di ITB – MIPA) -- Milka Zahra Cholilla (SMAN 1 Cibinong, diterima di UI – Perpajakan) -- Muhammad Fauzan (SMAN 2 Cibinong, diterima di UI – Akuntansi) -- Abimanyu Prabaswara (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UI – Manajemen KI) -– Ariani Bakhitah (SMAN 54 Jakarta, diterima di UI – Kimia) -- Ariq Dmitri Andrei (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UGM – Hubungan Internasional) -– Muhammad Berdauno (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UGM – Bisnis) – Nadira Syafira (SMA Diponegoro 1, diterima di UI – Perumahsakitan Vokasi) -- Nurul Syafithri (SMAI  Al Azhar 1 , diterima di ITB – FMIPA) -- Adinda Hasna Rahmadia (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UI – Bahasa dan Kebudayaan Korea) - Maharani Apta C. (SMAN 11 Jakarta, diterima di UI – Sastra Cina) – Altezza (Sevilla Gloal School, diterima di ITB – FMIPA) -- Farros Ahmadi Praja (Khalifa International Islamic School, diterima di ITP – FTTM) -- Muhammad Rustam (-, diterima di UI – Manajemen) -- Fitria Ghaisani (SMAI Al Azhar 4, diterima di ITB – SBM) -- Ghina Rabbani Wasito (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Politik) - Nathalia Syafira (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAd – Film dan Televisi) -- R. Arif Adi Nugroho (SMAI Al Azhar 4, diterima di ITb – SBM) -- Sallimatu Diniyah (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Perpustakaan) – Satrio (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Ekonomi Islam) -- Wydiana Tri Destiawati (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD Ilmu Pemerintahan) -- Amal Adiguna (SMAN 82 Jakarta, diterima di UI – Ilmu Komputer) -- Arnindito Rizhandi (SMAN 70 Jakarta, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Dzaki Ridho (SMAI Al Azhar 3, diterima di UI – Teknik Perkapalan) -- Farras Yoga Purnama (SMAN 99 Jakarta, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Ivan Prakasa Dharmawan (Global Mandiri, diterima di ITB – FTSL) -- Monic Provi Dewinta (SMAN 48 Jakarta, diterima di UI – Ilmu Administrasi Fiskal) -- Salsa Fadhillah (SMAN 78 Jakarta, diterima di UI – Teknik Elektro) -- Farah Fabriana (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Arsitektur) - Raniah Amirah S (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Sastra Jerman) -- Anisa Farisdayanty (SMAN 5 Bekasi, diterima di UI – Akuntansi D3) - Eka Yusmeiliana K (SMA PB Soedirman, diterima di UI – Perumahsakitan) -- Muhammad Alif Firdi D (SMA Darussalam Cikunir, diterima di IPB – Ilmu Teknik Perkapalan) -- Tiara Ariake Shalsabila (SMA PB Soedirman, diterima di ITB – SITH) -- M. Syauqi (-, diterima di IPB – Argobisnis) – Tsabita (-, diterima di IPB – SITH) -- Larasati Dwi Rizqiqa (SMA President School Jababeka, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) -- Ferzadela Haniza Y (SMAN 1 Bekasi, diterima di UI – Administrasi Asuransi dan Aktuaria) -- Mochamad Racka Nugroho (SMAN 1 Bekasi, diterima di UI – Teknik Industri Internasional) -- ARHAM RIZKY ATHALLAH (-, diterima di ITB – FTMD) -- Farhan Aditya Wibowo (SMAN 68, diterima di UI – Teknis Mesin) -- Syifa Amirta Sani (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – farmasi) -- Naufal Ihsan Kamal (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Teknik Mesin) -- Sarah Aminah Kherid (SMAN 2 Tangsel, diterima di UI – Farmasi) -- Ashkia Nur Yasyifa (-, diterima di UI) -- Putri Shabrina (MAN 13 Jakarta, diterima di IPB Kimia) -- Jasmine Humaira (SMAN 3 Depok, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Naura Nafisha (SMAN 2 Depok, diterima di UI – Ekonomi) -- Amara Thifaal Nadhira (SMAN 2 Depok, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) .::