LOGO BINTANG PELAJAR

Announcement Scroller

Stay updated with all our latest news enter your e-mail address here

Delivered by FeedBurner

Bagaimana Melakukan Ishlah?
Bagaimana Melakukan Ishlah?

Betapa kehidupan yang ada sekarang sudah rusak. Dari semua lapisan sosial. Tidak ada lagi sisi-sisi kehidupan yang masih utuh, dan tidak rusak akibat pengaruh jahiliyah, yang sudah merasuk ke dalam sistem kehidupan.

Manusia berputar-putar dalam lingkaran kebathilan. Inilah yang menyebabkan kehidupan manusia tidak lagi bermanfaat, dan menuju kepada kehancuran. Masa depan manusia yang hanya berorientasi kepada pencapaian kenikmatan dunia telah menyebabkan dirinya putus asa.

Menghadapi kondisi seperti ini seorang ulama terkemuka Al-Gazzali memberikan sebuah kaedah atau methode dalam melakukan ishlah.

Kaedah pertama, sesungguhnya tujuan dasar keberadaan umat Muslim (al ulumul al Muslimah) adalah untuk membawa risalah Islam kepada seluruh alam semesta. Jika umat ini berpangku tangan dan tidak memperjuangkan dan menyampaikan risalah Islam, maka dunia akan dipenuhi oleh berbagai macam kekacauan dan kerusakan yang besar. Umat Islam dan masyarakat lainnya akan menjadi korban dari keengganan kaum Muslim untuk memperjuangkan dan menegakkan risalahnya.

Kaedah kedua, kaedah ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan kaedah pertama. Selama umat Islam dituntut untuk menyebarkan misi reformasi (ishlah) ke seluruh pelosok bumi, namun pada kenyatannya mereka malah berpangku tangan dan tidak menyampaikan misi tersebut. Mereka tidak tergerak untuk memperjuangkan risalah Islam sebagai al-haq, yang akan dapat memperbaiki kehidupan umat manusia. Sikap berpangku tangan inilah yang menyebabkan mandegnya kehidupan dikalangan umat Islam. Sehingga, tidak ada kemajuan dan perbaikan bagi kehidupan mereka.

Kaedah ketiga, sebagai pelengkap kaedah kedua, selama ada kebutuhan yang sangat mendesak untuk menemukan penyebab sikap berpangku tangan yang dilakukan kaum muslimin, maka tujuan akhir dari pencarian ini adalah melakukan diagnosa dan memberi jalan keluar, dan bukan sekadar menunjukkan reaksi emonsional yang bersifat negatif dengan sibuk mencari kambing hitam dan saling menuduh. Kelemahan dan kerusakan yang terjadi dikalangan umat ini, tidak semata-mata pengaruh dari luar, tetapi yang harus disadari, bagaimana mencari kelemahan yang sifatnya inheren (melekat) dalam diri umat. Mengapa umat ini menjadi jumud, taklid, dan hanya bersifat pasif, dan tidak memiliki semangat (hamasah) dalam melakukan perbaikan ihslah, baik terhadap dirinya sendiri maupun lingkunganannya yang lebih luas.

Maka, melhat kondisi hari ini yang dialami oleh umat muslimin, Al Gazzali lebih cenderung melakukan kritik (muhasabah) atas diri sendiri (an naqd adz dzati). Dia tidak mencari-cari alasan apapun untuk menjustifikasi kelemahan umat Islam serta melemparkan tanggung jawab atas segala keterpurukan itu kepada kekuatan-kekuatan asing. Kelemahan-kelemahan yang sangat nyata, terutama kelemahan aqidah, dan pemahaman mereka atas risalah Islam, dan komitmen serta perjuangan dalam menegakkan risalah inilah, yang kemudian menyebabkan mereka menjadi bagian dari kekuatan yang menjajah mereka.

Methode ini sesuai dengan prinsip dalam Islam, seperti yang dinyatakan dalam firman Allah Ta’ala:

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

Dan apapun musibah yang menimpa kamu adalah, karena hasil perbuatan tanganmu sendiri. (QS. As-Syura [42] : 30).

Dari ayat diatas, lalu, Al-Gazzali, menemukan sebuah methode yang diyakini, sebagai sebuah jalan, yang sangat sesuai dengan apa yang dijalankan oleh Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam. Al-Gazzali memulai perubahan dari diri sendiri, kemudian merambah kepada komunitas yang lebih luas, sampai tingkat negara. Muridnya melakukan hal yang sama, yang kemudian lahirlah generasi Nuruddin dan Shalahuddin al-Ayyubi, dan berhasil membebaskan tanah Palestnia, yang meliputi Al-Quds dari tangan pasukan Salib. Ini semua telah terbukti betapa methedo ini sangat ampuh, khususnya dalam membangun kembali kehidupan yang dilandasi nilai-nilai dan prinsip Islam.

Seperti firman Allah Ta’ala:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah (keadaan) yang ada pada suatu kaum, sehingga mereka merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’d [13] : 11).

Selanjutnya, Al-Gazzali menambahkannya, bahwa prinsip dasar yang menggunakan methode yang sesuai dengan firman Allah diatas itu, yang menjadi periode emas dalam sejarah Islam, yang melahirkan generasi Khulafaur Rasyidin, karena para Khulafaur Rasyidin merupakan ulama-ulama yang mendapatkan pentunjuk, atau ulama yang mengenal Allah dan beritiba’ (mengikuti Rasul Shallahu alaihi wa sallam), memahami hukum-hukum-Nya.

Setelah periode Khulafaur Rasyidin itu, prinsip tersebut berubah, aqidah berada dibawah pengaruh politik. Karena kekuasan dipegang oleh orang-orang yang tidak layak dan tidak memiliki kredibelitas yang sempurna dalam fatwa dan hukum. Mereka hanya mengabdi kepada penguasa, sekadar untuk mendapatkan dunia. Karena itu, ulama yang sesudah periode Khulafaur Rasyidin itu, kebanyakan hanyalah sekumpulan orang yang mengabdi kepada penguasa. Bukan hamba-hamba yang shalih yang mukhlis.

Inilah sesungguhnya penyebab kerusakan dikalangan umat yang terus-menerus sampai hari ini. Amar ma’ruf nahi munkar berhenti, yang ada hanyalah dukungan ulama kepada penguasa, sekalipun mereka adalah ahlul ma’siyat. Para ulama itu bukan menjadi pengingat para penguasa yang telah berbuat dzalim dan munkar, tetapi malah mereka menyetujui dan menjadi stempel perbuatan dan kemauan para penguasa.

Imam Al-Gazzali hanya mengajak kembali kepada manhaj awal yang sudah diberikan para salaf, terutama oleh Rasulullah Shallahu alaihi wa salam dalam memperbaiki umat dan kaum muslimin. Wallahu’alam.

Sumber: Eramuslim Online

TAGS:  

 
::. Allhamdulillah dan Selamat atas diterimanya Ananda di PTN Favorit : Fatimah Alifha (SMAN 6 Bogor, diterima di IPB - Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) -- Milenia Tadhita SNR (SMAN 3 Bogor, diterima di Unpad – Psikologi) -- Muhammad Rahman Amrullah (SMAN 3 Bogor, diterima di ITB – FTTM) -- Raja Mula Teguh Wirandio (SMAN 3 Bogor, diterima di UI - Teknik Industri) -- Rifky Khoeruddin (SMAN 3 Bogor, diterima di IPB - Teknologi Pangan) -- Shabrina Shaliha (SMAN 3 Bogor, diterima di UI - Pendidikan Dokter) -- Silke Ramadhani Tresnatri (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – FKG) -- Syifa Amalia (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Farmasi) -- Ivana Calista Brata (SMAN 1 Bogor, diterima di UI - Administrasi Niaga) -- Muhammad Reinaldi (SMAN 1 Bogor, diterima di Unpad- Televisi dan Film) -- Abiyu Muhammad Akmal (SMAN 1 Bogor, diterima di UI - Sistem Informasi) -- Annisa Ayu Saputri (SMAN 3 Bogor, diterima di UNPAD - Kedokteran Gigi) -- Farah Miranti Farizi (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAD - Pendidikan Dokter) -- Farih Afdhahul Ihsan (SMAN 5 Bogor, diterima di IPB – Manajemen) -- Karima Putri Mahdiyah (SMAN 1 Bogor, diterima di IPB – Agribisnis) -- Vanessa Zahra (SMA Dwi Warna Bogor, diterima di UNPAD – Kedokteran Gigi) -- Vicky Pratiwi (SMAN 3 Bogor, diterima di IPB – Teknologi Industri Pertanian) -- Alyssa Nadira Salsabila (SMAN 1 Bogor, diterima di IPB - Kedokteran Hewan) -- Yanathifal Salsabila (SMAN 9 Bogor, diterima di UI – Manajemen) -- Andini Putri Salma (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Vokasi Komunikasi) -- Annisa Aniza (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Sekolah Bisnis) -- Ayu Batari (SMAN 5 Bogor, diterima di UNPAD – Ilmu Kesejahteraan Sosial) -- Chanisiyah Lintang (SMAN 2 Bogor, diterima di UI – Kimia) -- Hafizah Putri Ramadhani (SMAN 2 Bogor, diterima di UNPAD – Agribisnis) -- Khalisha Farhanan (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Ilmu Komunikasi) -- Lazuardi Ilyasa  Iskandar (MAN 2 Bogor, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) -- Milenia Ihsanti Suwarna (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Agribisnis) -- Natsumi Jati Putri (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Manajemen) - Syelin Pratika Sanindita (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Sastra Korea) -- Aditya Taufiq R (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Manajemen) -- Tissa Willavia (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAD – Pendidikan Dokter) -- Vida Zinia Putri H (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Andina Eka Prihertanti (SMAN 1 Cibinong, diterima di UI - ) -- Risyad Pangestu (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAd – Teknik Informatika) -- Ika Keumala Fitri (SMAN 1 Bogor, diterima di ITB – MIPA) -- Milka Zahra Cholilla (SMAN 1 Cibinong, diterima di UI – Perpajakan) -- Muhammad Fauzan (SMAN 2 Cibinong, diterima di UI – Akuntansi) -- Abimanyu Prabaswara (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UI – Manajemen KI) -– Ariani Bakhitah (SMAN 54 Jakarta, diterima di UI – Kimia) -- Ariq Dmitri Andrei (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UGM – Hubungan Internasional) -– Muhammad Berdauno (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UGM – Bisnis) – Nadira Syafira (SMA Diponegoro 1, diterima di UI – Perumahsakitan Vokasi) -- Nurul Syafithri (SMAI  Al Azhar 1 , diterima di ITB – FMIPA) -- Adinda Hasna Rahmadia (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UI – Bahasa dan Kebudayaan Korea) - Maharani Apta C. (SMAN 11 Jakarta, diterima di UI – Sastra Cina) – Altezza (Sevilla Gloal School, diterima di ITB – FMIPA) -- Farros Ahmadi Praja (Khalifa International Islamic School, diterima di ITP – FTTM) -- Muhammad Rustam (-, diterima di UI – Manajemen) -- Fitria Ghaisani (SMAI Al Azhar 4, diterima di ITB – SBM) -- Ghina Rabbani Wasito (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Politik) - Nathalia Syafira (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAd – Film dan Televisi) -- R. Arif Adi Nugroho (SMAI Al Azhar 4, diterima di ITb – SBM) -- Sallimatu Diniyah (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Perpustakaan) – Satrio (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Ekonomi Islam) -- Wydiana Tri Destiawati (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD Ilmu Pemerintahan) -- Amal Adiguna (SMAN 82 Jakarta, diterima di UI – Ilmu Komputer) -- Arnindito Rizhandi (SMAN 70 Jakarta, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Dzaki Ridho (SMAI Al Azhar 3, diterima di UI – Teknik Perkapalan) -- Farras Yoga Purnama (SMAN 99 Jakarta, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Ivan Prakasa Dharmawan (Global Mandiri, diterima di ITB – FTSL) -- Monic Provi Dewinta (SMAN 48 Jakarta, diterima di UI – Ilmu Administrasi Fiskal) -- Salsa Fadhillah (SMAN 78 Jakarta, diterima di UI – Teknik Elektro) -- Farah Fabriana (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Arsitektur) - Raniah Amirah S (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Sastra Jerman) -- Anisa Farisdayanty (SMAN 5 Bekasi, diterima di UI – Akuntansi D3) - Eka Yusmeiliana K (SMA PB Soedirman, diterima di UI – Perumahsakitan) -- Muhammad Alif Firdi D (SMA Darussalam Cikunir, diterima di IPB – Ilmu Teknik Perkapalan) -- Tiara Ariake Shalsabila (SMA PB Soedirman, diterima di ITB – SITH) -- M. Syauqi (-, diterima di IPB – Argobisnis) – Tsabita (-, diterima di IPB – SITH) -- Larasati Dwi Rizqiqa (SMA President School Jababeka, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) -- Ferzadela Haniza Y (SMAN 1 Bekasi, diterima di UI – Administrasi Asuransi dan Aktuaria) -- Mochamad Racka Nugroho (SMAN 1 Bekasi, diterima di UI – Teknik Industri Internasional) -- ARHAM RIZKY ATHALLAH (-, diterima di ITB – FTMD) -- Farhan Aditya Wibowo (SMAN 68, diterima di UI – Teknis Mesin) -- Syifa Amirta Sani (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – farmasi) -- Naufal Ihsan Kamal (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Teknik Mesin) -- Sarah Aminah Kherid (SMAN 2 Tangsel, diterima di UI – Farmasi) -- Ashkia Nur Yasyifa (-, diterima di UI) -- Putri Shabrina (MAN 13 Jakarta, diterima di IPB Kimia) -- Jasmine Humaira (SMAN 3 Depok, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Naura Nafisha (SMAN 2 Depok, diterima di UI – Ekonomi) -- Amara Thifaal Nadhira (SMAN 2 Depok, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) .::