LOGO BINTANG PELAJAR

Announcement Scroller

Stay updated with all our latest news enter your e-mail address here

Delivered by FeedBurner

Guru Teknologi Informatika dan Komputer Resah
Guru Teknologi Informatika dan Komputer Resah

WATES — Guru mata pelajaran Teknologi Informatika dan Komputer (TIK) di Kabupaten Kulonprogo resah. Menyusul akan dihapuskannya mata pelajaran TIK dalam Kurikulum Pendidikan Nasional 2013 oleh Kementerian pendidikan dan Kebudayaan RI.

Menurut Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TIK SMP Kulonprogo, Slamet Supriyanto, penghapusan mata pelajaran TIK akan menghilangkan jam mengajar guru sebagai syarat sertifikasi. Bahkan ke depan bisa menimbulkan generasi yang gagap teknologi.

Padahal, Slamet mengatakan, sesuai ketentuan kompetensi sertifikasi, guru pengampu harus memenuhi kuota waktu mengajar hingga 24 jam dalam sepekan. Sehingga dengan dihapuskannya mata pelajaran ini membuat guru TIK tidak bisa memenuhi persyaratan.

Dijelaskan Slamet, saat ni belum ada penjelasan dari pemerintah terkait posisi para guru TIK. Sedangkan kurikulum baru tersebut akan mulai diberlakukan secara resmi pada Juli 2014 mendatang.

“Kami sangat resah dengan rencana tersebut. Nasib kami guru pengampu pelajaran TIK ini mau dikemanakan? Sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah terkait alokasi jam mengajar kami,” kata Slamet di Wates, Kamis (7/11).

Dijelaskan Slamet, di Kulonprogo ada sekitar 30 guru pengampu TIK tingkat SMP yang juga masih menunggu kepastian.

Saat ini sudah ada lima sekolah yang sudah menghilangkan mata pelajaran TIK, yakni SMP 1 Wates, SMP 1 Samigaluh, SMP 2 Lendah, SMP 1 Galur, serta SMP Kanisius Kalibawang. Guru pengampunya kemudian ditugaskan untuk mengajar mata pelajaran lain, semisal mata pelajaran Prakarya.

Slamet mengatakan, hal itu jelas tak sesuai dengan kompetensi dan sertifikasi guru yang bersangkutan.

“Ada beberapa rekan yang mengaku kesulitan saat mengajar karena ditugaskan mengajar pelajaran prakarya. Lha wong guru TI kok disuruh mengajar pengolahan dan penjernihan air bersih dalam mata pelajaran prakarya. Ini jelas ngga nyambung, ngga sesuai sertifikasi dan kompetensinya,” ujarnya.

Selain menghilangkan jumlah jam mengajar guru, penghapusan mata pelajaran TIK tersebut menurutnya juga bisa berdampak pada hilangnya tunjangan profesi yang didapatkan guru, terutama guru bersertifikat.

Namun, ia melanjutkan, kekhawatiran utama dari penghapusan itu adalah munculnya generasi yang gagap teknologi di masa depan. Sebab, tidak lagi ada pelajaran khusus tentang teknologi dan komunikasi.

“Kami khawatir dalam 2-3 tahun ke depan bakal muncul generasi yang gagap teknologi kalau pelajaran TIK ini dihapus,” tuturnya.

Pihaknya bersama para ketua MGMP TI se-DIY berencana menyurati presiden dan Komisi X DPR RI terkait persoalan ini. Bahkan awal November lalu, sudah dilakukan pertemuan antar guru tersebut untuk menyamakan persepsi.

“Saat ini kami sedang menghimpun guru-guru di tingkat kabupaten untuk menyamakan persepsi. Setelah itu, kami akan kirim surat ke presiden,” katanya.

Sementara itu, menurut pengakuan guru pengampu pelajaran TIK SMP 1 Samigaluh, Ismi Indaryati, sekolahnya sudah menghilangkan pelajaran TIK bagi siswa kelas VII dan diganti mata pelajaran prakarya.

Mau tak mau, dirinya harus menerima penugasan baru untuk mengajar mata pelajaran tersebut. Walaupun, latar belakang pendidikan keguruannya di bidang TIK murni.

“Otomatis, ini seperti membodohi siswa karena saya belum menguasai pelajarannya tapi sudah harus mengajarkan. Kalau daerah perkotaan yang maju, penghilangan itu mungkin tidak banyak berdampak. Tapi kalau di pelosok seperti kami, itu jelas sangat berpengaruh,” katanya.

 

Reporter : Heri Purwata
Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : ROL


 
::. Allhamdulillah dan Selamat atas diterimanya Ananda di PTN Favorit : Fatimah Alifha (SMAN 6 Bogor, diterima di IPB - Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) -- Milenia Tadhita SNR (SMAN 3 Bogor, diterima di Unpad – Psikologi) -- Muhammad Rahman Amrullah (SMAN 3 Bogor, diterima di ITB – FTTM) -- Raja Mula Teguh Wirandio (SMAN 3 Bogor, diterima di UI - Teknik Industri) -- Rifky Khoeruddin (SMAN 3 Bogor, diterima di IPB - Teknologi Pangan) -- Shabrina Shaliha (SMAN 3 Bogor, diterima di UI - Pendidikan Dokter) -- Silke Ramadhani Tresnatri (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – FKG) -- Syifa Amalia (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Farmasi) -- Ivana Calista Brata (SMAN 1 Bogor, diterima di UI - Administrasi Niaga) -- Muhammad Reinaldi (SMAN 1 Bogor, diterima di Unpad- Televisi dan Film) -- Abiyu Muhammad Akmal (SMAN 1 Bogor, diterima di UI - Sistem Informasi) -- Annisa Ayu Saputri (SMAN 3 Bogor, diterima di UNPAD - Kedokteran Gigi) -- Farah Miranti Farizi (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAD - Pendidikan Dokter) -- Farih Afdhahul Ihsan (SMAN 5 Bogor, diterima di IPB – Manajemen) -- Karima Putri Mahdiyah (SMAN 1 Bogor, diterima di IPB – Agribisnis) -- Vanessa Zahra (SMA Dwi Warna Bogor, diterima di UNPAD – Kedokteran Gigi) -- Vicky Pratiwi (SMAN 3 Bogor, diterima di IPB – Teknologi Industri Pertanian) -- Alyssa Nadira Salsabila (SMAN 1 Bogor, diterima di IPB - Kedokteran Hewan) -- Yanathifal Salsabila (SMAN 9 Bogor, diterima di UI – Manajemen) -- Andini Putri Salma (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Vokasi Komunikasi) -- Annisa Aniza (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Sekolah Bisnis) -- Ayu Batari (SMAN 5 Bogor, diterima di UNPAD – Ilmu Kesejahteraan Sosial) -- Chanisiyah Lintang (SMAN 2 Bogor, diterima di UI – Kimia) -- Hafizah Putri Ramadhani (SMAN 2 Bogor, diterima di UNPAD – Agribisnis) -- Khalisha Farhanan (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Ilmu Komunikasi) -- Lazuardi Ilyasa  Iskandar (MAN 2 Bogor, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) -- Milenia Ihsanti Suwarna (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Agribisnis) -- Natsumi Jati Putri (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Manajemen) - Syelin Pratika Sanindita (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Sastra Korea) -- Aditya Taufiq R (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Manajemen) -- Tissa Willavia (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAD – Pendidikan Dokter) -- Vida Zinia Putri H (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Andina Eka Prihertanti (SMAN 1 Cibinong, diterima di UI - ) -- Risyad Pangestu (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAd – Teknik Informatika) -- Ika Keumala Fitri (SMAN 1 Bogor, diterima di ITB – MIPA) -- Milka Zahra Cholilla (SMAN 1 Cibinong, diterima di UI – Perpajakan) -- Muhammad Fauzan (SMAN 2 Cibinong, diterima di UI – Akuntansi) -- Abimanyu Prabaswara (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UI – Manajemen KI) -– Ariani Bakhitah (SMAN 54 Jakarta, diterima di UI – Kimia) -- Ariq Dmitri Andrei (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UGM – Hubungan Internasional) -– Muhammad Berdauno (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UGM – Bisnis) – Nadira Syafira (SMA Diponegoro 1, diterima di UI – Perumahsakitan Vokasi) -- Nurul Syafithri (SMAI  Al Azhar 1 , diterima di ITB – FMIPA) -- Adinda Hasna Rahmadia (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UI – Bahasa dan Kebudayaan Korea) - Maharani Apta C. (SMAN 11 Jakarta, diterima di UI – Sastra Cina) – Altezza (Sevilla Gloal School, diterima di ITB – FMIPA) -- Farros Ahmadi Praja (Khalifa International Islamic School, diterima di ITP – FTTM) -- Muhammad Rustam (-, diterima di UI – Manajemen) -- Fitria Ghaisani (SMAI Al Azhar 4, diterima di ITB – SBM) -- Ghina Rabbani Wasito (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Politik) - Nathalia Syafira (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAd – Film dan Televisi) -- R. Arif Adi Nugroho (SMAI Al Azhar 4, diterima di ITb – SBM) -- Sallimatu Diniyah (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Perpustakaan) – Satrio (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Ekonomi Islam) -- Wydiana Tri Destiawati (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD Ilmu Pemerintahan) -- Amal Adiguna (SMAN 82 Jakarta, diterima di UI – Ilmu Komputer) -- Arnindito Rizhandi (SMAN 70 Jakarta, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Dzaki Ridho (SMAI Al Azhar 3, diterima di UI – Teknik Perkapalan) -- Farras Yoga Purnama (SMAN 99 Jakarta, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Ivan Prakasa Dharmawan (Global Mandiri, diterima di ITB – FTSL) -- Monic Provi Dewinta (SMAN 48 Jakarta, diterima di UI – Ilmu Administrasi Fiskal) -- Salsa Fadhillah (SMAN 78 Jakarta, diterima di UI – Teknik Elektro) -- Farah Fabriana (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Arsitektur) - Raniah Amirah S (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Sastra Jerman) -- Anisa Farisdayanty (SMAN 5 Bekasi, diterima di UI – Akuntansi D3) - Eka Yusmeiliana K (SMA PB Soedirman, diterima di UI – Perumahsakitan) -- Muhammad Alif Firdi D (SMA Darussalam Cikunir, diterima di IPB – Ilmu Teknik Perkapalan) -- Tiara Ariake Shalsabila (SMA PB Soedirman, diterima di ITB – SITH) -- M. Syauqi (-, diterima di IPB – Argobisnis) – Tsabita (-, diterima di IPB – SITH) -- Larasati Dwi Rizqiqa (SMA President School Jababeka, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) -- Ferzadela Haniza Y (SMAN 1 Bekasi, diterima di UI – Administrasi Asuransi dan Aktuaria) -- Mochamad Racka Nugroho (SMAN 1 Bekasi, diterima di UI – Teknik Industri Internasional) -- ARHAM RIZKY ATHALLAH (-, diterima di ITB – FTMD) -- Farhan Aditya Wibowo (SMAN 68, diterima di UI – Teknis Mesin) -- Syifa Amirta Sani (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – farmasi) -- Naufal Ihsan Kamal (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Teknik Mesin) -- Sarah Aminah Kherid (SMAN 2 Tangsel, diterima di UI – Farmasi) -- Ashkia Nur Yasyifa (-, diterima di UI) -- Putri Shabrina (MAN 13 Jakarta, diterima di IPB Kimia) -- Jasmine Humaira (SMAN 3 Depok, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Naura Nafisha (SMAN 2 Depok, diterima di UI – Ekonomi) -- Amara Thifaal Nadhira (SMAN 2 Depok, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) .::