LOGO BINTANG PELAJAR

Announcement Scroller

Stay updated with all our latest news enter your e-mail address here

Delivered by FeedBurner

Jangan Berteman dan Menjadikan Mereka Pemimpin
Jangan Berteman dan Menjadikan Mereka Pemimpin

Allah Azza Wa Jalla telah memberikan perintah dan kewajiban yang harus dijalankan bagi setiap mukmin. Setiap mukmin harus ridho dengan segala perintahNya. Ini merupakan bukti dan pengakuan keimanan kepada-Nya. Bukan penolakan dan pembangkangan. Semuanya telah dibuktikan oleh para Rasul dan Anbiya’ (Nabi), yang telah menjalankan misinya di muka bumi ini. Apa misi yang diemban oleh para Rasul dan Anbiya’ itu?

Firman Allah dalam al-Qur’an :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thagut itu,’ maka diantara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalan kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan rasul-rasul.”(QS. An-Nahl [16] : 36).

Ayat diatas menjelaskan misi yang dipikul oleh setiap utusan Allah Azza Wa Jalla, yaitu para Rasul dan Anbiya’, yaitu mengarahkan dan mengajak seluruh umat manusia di muka bumi, agar mereka hanya menyembah kepada Allah semata. Tidak menyembah selain Allah. Tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi di muka bumi, selain Allah, yang maha kekal, yang menciptakan langit dan bumi berserta isinya, serta yang menghidupkan dan mematikan, dan yang memberi rezeki.

Seperti dikatakan oleh Ibn Taimiyah, bila seseorang tidak menyembah kepada Allah, pasti manusia akan menyembah selain Allah.

Seorang mukmin tidak mungkin menyembah kepada Allah, tetapi juga menyembah selain Allah. Seorang mukmin tidak mungkin mencintai Allah, tetapi juga mencintai selain Allah. Tidak mungkin mukmin yang meminta pertolongan kepada Allah, tetapi juga meminta pertolongan kepada selain Allah. Tidak mungkin seorang mukmin yang menyakini, bahwa hidup dan matinya berada di tangan Allah, tetapi juga tidak memiliki rasa tawakal akan kehidupannya.

Tentu, bukti seorang mukmin yang imannya amiiq (dalam), tercermin pada sikapnya terhadap thagut. Seperti yang sudah pernah diperlihatkan oleh para Rasul dan Anbiya’. Allah Azza Wa Jalla di dalam Al-Qur’anul Karim, bahwa misi para Rasul dan Anbiya’, hanya dua, mengajak seluruh umat manusia di muka bumi untuk beribadah hanya kepada Allah semata, dan menjauhi thagut.

Relasi iman seorang mukmin harus dibutkikan dalam bentuk sikap al wala’ wa al bara’nya. Terhadap siapa memberikan wala’nya (loyalitasnya), dan terhadap siapa menunjukkan sikap baraknya (pernolakan/permusuhannya). Mukmin yang memiliki iman yang amiiq, pasti hanya akan memberikan wala’nya kepada Allah, Rasul, dan orang-orang mukmin. Tidak mungkin seorang mukmin memberikan wala’nya kepada musuh-musuh Allah, dan orang-orang yang telah terang-terangan memusuhi Allah, dan orang-orang mukmin. Tidak mungkin orang-orang mukmin memberikan wala’nya kepda orang-orang kafir yang terang-terangan memusuhi dan memerangani orang mukmin dan muslim.

Seorang mukmin yang haqqon (benar) tidak akan pernah selama-lamanya memberikan wala’nya kepada orang-orang yang memusuhi Allah, Rasul dan orang mukmin, serta mereka akan membecinya. Seorang mukmin tidak akan pernah ridha dengan orang-orang kafir, yang tidak mau tunduk dan patuh dengan hukum Allah.

Tidak mungkin seorang mukmin ridho dan tidak memiliki bara’ (memusuhi ) terhadap apa yang disebut dengan thagut, setan yang selalu menolak perintah Allah Azza Wa Jalla. Konsekwensi keimanan seorang mukmin otomatis akan di dalam dadanya yang selalu tertanam dengan sangat kuat, yang tidak akan pernah mau berhubungan dan berkoalisi dengan ‘thagut’, karena sama halnya dengan menyatakan perang terhadap Allah Azza Wa Jalla.

Fenomena hari ini begitu banyak orang-orang ‘mukmin’ memberikan wala’nya kepada orang kafir musyrik, dan tidak bersikap bara’ terhadap mereka. Orang-orang ‘mukmin’ bisa berdampingan dan berjabat tangan dengan orang-orang kafir musyrik yang terang-terangan mengobarkan peperangan dan permusuhan terhadap orang-orang mukmin. Padahal, Allah Azza Wa Jalla, sejatinya telah melarang mereka, berteman, dan menjadikan mereka sebagai pemimpin.

Allah Rabbul Alamin berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambi orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu), sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka esungguhnya itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tiak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. al-Maidah [5] : 51).

Ayat diatas sebuah diktum yang diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla bagi orang-orang mukmin, yang merupakan ketentuan yang sifatnya pasti dan mutlak. Tidak ada keraguan lagi. Ayat ini harus menjadi ‘mabda’ (prinsip dasar), ketika menghadapi Yahudi-Nasrani.

Yahudi-Nasrani, satu ideologi, satu millah, keduanya bertujuan menghancurkan orang-orang mukmin. Koalisi Yahudi-Nasrani merupakan sumber segala bentuk kejahatan di muka bumi ini. Karena kesesatan mereka. Karena mereka tidak senang melihat orang-orang mukmin, yang selalu ridha dengan Rabbnya, dan beribadah kepada-Nya.

Yahudi-Nasrani , satu sama lainnya sebagai penolong, dan mereka bersatu padu menghadapi orang-orang mukmin. Mereka akan terus melakukan makar terhadap orang-orang mukmin, sampai hari kiamat.

Allah dengan tegas melarang orang-orang mukmin berwala’ (memberikan loyalitasnya) kepada Yahudi-Nasrani, yang merupakan musuh-musuh Allah, Rasul dan orang-orang mukmin. Kejahatan mereka sudah sangat jelas, membuat kehancuran di muka bumi, dan mereka tidak henti-hentinya memerangi orang-orang mukmin. Seperti yang sekarang terjadi di bumi Palestina, Iraq, Afghanistan, Chechnya, Sudan, Somalia, dan dibumi orang-orang mukmin lainnya.

Meminta pertolongan dan perlindungan kepada orang-orang kafir, Yahudi-Nasrani hanyalah akan menimbulkan musibah dan kebinasaan, seperti yang dialami para pemimin negeri-negeri muslim, yang sekarang menjadikan musuh-musuh Allah, Rasul, dan orang-orang mukmin, sebabagi penolong mereka. Karena itu, sekarang negeri-negeri muslim terjajah dan dikuasai, dan dihinakan hidupnya, karena mereka menyerahkan wala’nya kepada musuh-musuh Allah Rabbul Alamin, yaitu Yahudi-Nasrani

Allah Azza Wa Jalla menyerukan kepada orang–orang mukmin agar hanya meminta pertolongan kepada-Nya, dan orang beriman. Tidak kepada selain-Nya. Inilah jalan yang telah dberikan oleh Allah, para Rasul, dan Anbiya’. Kita harus mengikuti jalan-jalan yang haq itu. Allah Rabbul Alamin berfirman :

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

“Sesunguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, yang mendirikan shalat, dan menunaikan zakat seraya mereka tundauk (kepada Allah).”(QS. Al-Maidah [5] : 55)

Semoga perjalanan panjang dalam kehidupan ini, memberikan pelajaran berharga kepada orang-orang mukmin agar tidak menjadikan Yahudi-Nasrani serta musuh-musuh Allah sebagai pemimpin mereka.Wallahu’alam.

Sumber: Eramuslim Online


 
::. Allhamdulillah dan Selamat atas diterimanya Ananda di PTN Favorit : Fatimah Alifha (SMAN 6 Bogor, diterima di IPB - Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) -- Milenia Tadhita SNR (SMAN 3 Bogor, diterima di Unpad – Psikologi) -- Muhammad Rahman Amrullah (SMAN 3 Bogor, diterima di ITB – FTTM) -- Raja Mula Teguh Wirandio (SMAN 3 Bogor, diterima di UI - Teknik Industri) -- Rifky Khoeruddin (SMAN 3 Bogor, diterima di IPB - Teknologi Pangan) -- Shabrina Shaliha (SMAN 3 Bogor, diterima di UI - Pendidikan Dokter) -- Silke Ramadhani Tresnatri (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – FKG) -- Syifa Amalia (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Farmasi) -- Ivana Calista Brata (SMAN 1 Bogor, diterima di UI - Administrasi Niaga) -- Muhammad Reinaldi (SMAN 1 Bogor, diterima di Unpad- Televisi dan Film) -- Abiyu Muhammad Akmal (SMAN 1 Bogor, diterima di UI - Sistem Informasi) -- Annisa Ayu Saputri (SMAN 3 Bogor, diterima di UNPAD - Kedokteran Gigi) -- Farah Miranti Farizi (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAD - Pendidikan Dokter) -- Farih Afdhahul Ihsan (SMAN 5 Bogor, diterima di IPB – Manajemen) -- Karima Putri Mahdiyah (SMAN 1 Bogor, diterima di IPB – Agribisnis) -- Vanessa Zahra (SMA Dwi Warna Bogor, diterima di UNPAD – Kedokteran Gigi) -- Vicky Pratiwi (SMAN 3 Bogor, diterima di IPB – Teknologi Industri Pertanian) -- Alyssa Nadira Salsabila (SMAN 1 Bogor, diterima di IPB - Kedokteran Hewan) -- Yanathifal Salsabila (SMAN 9 Bogor, diterima di UI – Manajemen) -- Andini Putri Salma (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Vokasi Komunikasi) -- Annisa Aniza (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Sekolah Bisnis) -- Ayu Batari (SMAN 5 Bogor, diterima di UNPAD – Ilmu Kesejahteraan Sosial) -- Chanisiyah Lintang (SMAN 2 Bogor, diterima di UI – Kimia) -- Hafizah Putri Ramadhani (SMAN 2 Bogor, diterima di UNPAD – Agribisnis) -- Khalisha Farhanan (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Ilmu Komunikasi) -- Lazuardi Ilyasa  Iskandar (MAN 2 Bogor, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) -- Milenia Ihsanti Suwarna (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Agribisnis) -- Natsumi Jati Putri (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Manajemen) - Syelin Pratika Sanindita (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Sastra Korea) -- Aditya Taufiq R (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Manajemen) -- Tissa Willavia (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAD – Pendidikan Dokter) -- Vida Zinia Putri H (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Andina Eka Prihertanti (SMAN 1 Cibinong, diterima di UI - ) -- Risyad Pangestu (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAd – Teknik Informatika) -- Ika Keumala Fitri (SMAN 1 Bogor, diterima di ITB – MIPA) -- Milka Zahra Cholilla (SMAN 1 Cibinong, diterima di UI – Perpajakan) -- Muhammad Fauzan (SMAN 2 Cibinong, diterima di UI – Akuntansi) -- Abimanyu Prabaswara (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UI – Manajemen KI) -– Ariani Bakhitah (SMAN 54 Jakarta, diterima di UI – Kimia) -- Ariq Dmitri Andrei (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UGM – Hubungan Internasional) -– Muhammad Berdauno (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UGM – Bisnis) – Nadira Syafira (SMA Diponegoro 1, diterima di UI – Perumahsakitan Vokasi) -- Nurul Syafithri (SMAI  Al Azhar 1 , diterima di ITB – FMIPA) -- Adinda Hasna Rahmadia (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UI – Bahasa dan Kebudayaan Korea) - Maharani Apta C. (SMAN 11 Jakarta, diterima di UI – Sastra Cina) – Altezza (Sevilla Gloal School, diterima di ITB – FMIPA) -- Farros Ahmadi Praja (Khalifa International Islamic School, diterima di ITP – FTTM) -- Muhammad Rustam (-, diterima di UI – Manajemen) -- Fitria Ghaisani (SMAI Al Azhar 4, diterima di ITB – SBM) -- Ghina Rabbani Wasito (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Politik) - Nathalia Syafira (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAd – Film dan Televisi) -- R. Arif Adi Nugroho (SMAI Al Azhar 4, diterima di ITb – SBM) -- Sallimatu Diniyah (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Perpustakaan) – Satrio (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Ekonomi Islam) -- Wydiana Tri Destiawati (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD Ilmu Pemerintahan) -- Amal Adiguna (SMAN 82 Jakarta, diterima di UI – Ilmu Komputer) -- Arnindito Rizhandi (SMAN 70 Jakarta, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Dzaki Ridho (SMAI Al Azhar 3, diterima di UI – Teknik Perkapalan) -- Farras Yoga Purnama (SMAN 99 Jakarta, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Ivan Prakasa Dharmawan (Global Mandiri, diterima di ITB – FTSL) -- Monic Provi Dewinta (SMAN 48 Jakarta, diterima di UI – Ilmu Administrasi Fiskal) -- Salsa Fadhillah (SMAN 78 Jakarta, diterima di UI – Teknik Elektro) -- Farah Fabriana (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Arsitektur) - Raniah Amirah S (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Sastra Jerman) -- Anisa Farisdayanty (SMAN 5 Bekasi, diterima di UI – Akuntansi D3) - Eka Yusmeiliana K (SMA PB Soedirman, diterima di UI – Perumahsakitan) -- Muhammad Alif Firdi D (SMA Darussalam Cikunir, diterima di IPB – Ilmu Teknik Perkapalan) -- Tiara Ariake Shalsabila (SMA PB Soedirman, diterima di ITB – SITH) -- M. Syauqi (-, diterima di IPB – Argobisnis) – Tsabita (-, diterima di IPB – SITH) -- Larasati Dwi Rizqiqa (SMA President School Jababeka, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) -- Ferzadela Haniza Y (SMAN 1 Bekasi, diterima di UI – Administrasi Asuransi dan Aktuaria) -- Mochamad Racka Nugroho (SMAN 1 Bekasi, diterima di UI – Teknik Industri Internasional) -- ARHAM RIZKY ATHALLAH (-, diterima di ITB – FTMD) -- Farhan Aditya Wibowo (SMAN 68, diterima di UI – Teknis Mesin) -- Syifa Amirta Sani (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – farmasi) -- Naufal Ihsan Kamal (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Teknik Mesin) -- Sarah Aminah Kherid (SMAN 2 Tangsel, diterima di UI – Farmasi) -- Ashkia Nur Yasyifa (-, diterima di UI) -- Putri Shabrina (MAN 13 Jakarta, diterima di IPB Kimia) -- Jasmine Humaira (SMAN 3 Depok, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Naura Nafisha (SMAN 2 Depok, diterima di UI – Ekonomi) -- Amara Thifaal Nadhira (SMAN 2 Depok, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) .::