Kiat Mengatasi Implusif Pada Anak

Kiat Mengatasi Implusif Pada Anak
kiat mengatasi implusif pada anak

Bagikan :

Perilaku Impulsif adalah bertindak cepat tanpa memikirkan konsekuensi atau akibatnya. Gangguan ini tidak memiliki penyebab pasti. Kondisi ini umumnya ditunjukkan oleh anak-anak, karena belum mengerti cara menyampaikan emosi atau meredam dorongan yang muncul.

Pada usia berapa anak-anak mengalami impulsif?

Mayoritas orangtua mengeluhkan sikap impulsif anak. Sikap itu biasanya muncul ketika anak menginjak usia 5 tahun atau 14 tahun. Di usia 5 tahun anak merasakan kehadiran anak yang lain dan dia khawatir tersisihkan. Efeknya dia berusaha untuk menunjukkan eksistensinya dan lahirlah sikap impulsif.

Di usia 14 tahun anak sudah melewati masa kanak-kanak dan mulai memasuki masa pubertas. Efeknya dia kesulitan dalam mengendalikan emosinya.

Untuk ayah-bunda tidak perlu khawatir dalam hal tersebut. Karena dalam artikel ini akan dibahas Kiat Mengatasi Implusif Pada Anak. Dalam menyikapi dua keadaan di atas sebaiknya kita selaku orangtua tidak perlu khawatir, terlebih impulsif pada anak bersifat temporal. Dan ketika kita menghadapinya dengan lemah lembut, tidak menggunakan kekerasan, secara berangsur sikap impulsif itu akan tereduksi.

Faktor apa saja yang melatar belakangi impulsif pada anak?

  • Anak mengalami kesulitan saat belajar.
  • Anak mengalami perundungan dari teman-temannya
  • Anak mengalami kegagalan yang menyakitkan
  • Kehadiran orang yang mendominasi terhadap anak-anak
  • Orangtua memberikan instruksi tanpa disertai penjelasan dan ingin anak mengerjakannya secepat mungkin,Β  beberapa instruksi sekaligus dalam satu waktu, instruksi yang samar, atau instruksi yang tidak urgen dan tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan alasan.

Baca juga : Kaidah-Kaidah dalam Mendidik Anak

Kiat mengatasi implusif pada anak:

  1. Waspadai jangan sampai sikap impulsif anak beralih menjadi sikap membangkang.
  2. Hindari memberikan beberapa instruksi dalam waktu yang bersamaan.
  3. Kenali faktor yang menyebabkan anak impulsif.
  4. Tanamkan kepada sang anak bahwa Anda tetap menyayanginya dan Anda sedang berusaha memperbaiki sikapnya.
  5. Hindari sikap mengucilkan anak yang impulsif.
  6. Jangan ceritakan hal-hal negatif tentang anak Anda di hadapan orang lain.
  7. Jangan menyerah dan menuruti semua kemauan anak Anda. Tetap selektif dan berikan pengertian kepadanya jika Anda tidak bisa memenuhi kemauannya.
  8. Jangan beralih memanjakannya atau menyuapnya dengan jajanan, mainan, dsb untuk meredam sikap impulsifnya.

πŸ“šReferensi: Kaifa Turabbi Abnāaka fΔ« Hādza az-Zamān?

πŸ‘€Author: Dede Rahman Saleh, Lc

Artikel Lainnya

Mohon Tunggu