LOGO BINTANG PELAJAR

Announcement Scroller

Stay updated with all our latest news enter your e-mail address here

Delivered by FeedBurner

Kriteria UN kembali Dipertanyakan
Kriteria UN kembali Dipertanyakan

Kriteria kelulusan bagi siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) kembali dipertanyakan banyak pihak, setelah berubahnya lagi ketentuan dalam UN.

Menanggapi perubahan yang selalu berubah tiap tahunnya itu, pihak sekolah dituntut harus selalu siap meskipun keputusannya acap kali muncul disaat terakhir menjelang pelaksanaan UN. Untuk tahun ajaran 2010/2011 ini, pemerintah melalui Mendiknas M Nuh  menetapkan standar kelulusan sebesar 5,5, disetiap mata pelajaran yang diujiankan yakni Matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.

Maksimum 2 mata pelajaran dengan nilai minimum 4. Dan maksimum 4 mata  pelajaran di atas 4,25. Hal tersebut berlaku untuk SMA/MA/SMK di seluruh Indonesia, hanya saja khusus untuk SMK kelulusan juga dipengaruhi nilai ujian mata pelajaran kejuruan.

Perubahan lainnya yang menjadi perhatian tidak hanya pihak sekolah tapi juga masyarakat luas yakni tidak adanya sistem ujian ulangan atau ujian kedua bagi siswa yang gagal di ujian pertama. Selain itu, kelulusan di tahun ini juga menggunakan sistem persentase 60-40.  Nilai UN memiliki bobot 60% dan 40% untuk hasil Ujian Akhir Sekolah plus penilaian selama tiga tahun belajar.

Menyikapi hal tersebut, sejumlah sekolah di Jakarta Barat menyatakan kesiapannya. YS. Ary Sunarto, Kepala Sekolah SMA Providentia mengatakan pihak sekolah swasta tersebut telah mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi termasuk jadwal ujian yang masih belum dapat dipastikan hingga saat ini.

”Perubahan itu terjadi hampir pada semua aspek, termasuk pendidikan. Kami telah menambah jam pelajaran khusus mata pelajaran UN dan mengadakan try out untuk mempersiapkan siswa,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Kamis (6/1).

Sekolah yang terletak di Jalan Kedoya Raya nomor 35 Jakarta Barat tersebut akan menjadwalkan hingga lima kali try out yang sudah dimulai untuk jadwal pertama di akhir Desember lalu. Selain itu, SMA tersebut juga akan mengurangi sejumlah jam yang mengandung muatan lokal agar diganti dengan pembahasan terhadap tiga mata pelajaran khusus UN.

Tahun 2011 Providentia menargetkan kelulusan 100 persen meskpiun tahun lalu terdapat 3 orang yang harus diikutkan paket C dari total 63 orang siswa kelas XII.

Ary juga mengatakan sistem 60-40 yang masih simpang siur ini sarat dengan permainan, karena sekolah diberi keleluasaan untuk mendongkrak nilai siswanya. ”Meskipun nilai-nilai semester tersebut sudah diinput ke dinas, tapi mungkin itu tetap masih ada. Tapi Kami akan sangat menghindari hal tersebut,” tegasnya.

Berbeda dengan sebelumnya, Kepala Sekolah SMA Negeri 112 Kembangan Jakarta Barat Luthfi mengatakan bahwa semua nilai yang telah dilaporkan ke dinas tidak mungkin bisa dirubah sehingga kuota 40% dari sekolah yang akan membantu siswa hanya bertumpu pada hasil ujian akhir.

”Nilai rapor semester 3-5 sudah dilaporkan ke dinas jadi tidak mungkin diubah. Kuota 40% itu adalah kesempatan yang diberikan pemerintah untuk ikut memberikan penilaian terhadap kelulusan, karena yang lebih mengetahui siswa adalah sekolah. Bagi kami, ini suatu penghargaan ,” tegasnya.

Secara khusus, SMA yang terletak di Jalan Sanggrahan nomor 2 Kembangan tersebut tidak menjadwalkan kelas khusus bagi siswa kelas XII nya. Ujian uji coba juga hanya dijadwalkan dua kali, hal itu setelah wacana mengenai jadwal UN pada 18-21 April mendatang.

Sekolah yang memiliki tiga kelas IPA dan empat kelas IPS itu yakin akan meraih kelulusan penuh 100 persen seperti tahun-tahun sebelumnya.

Luthfi juga menegaskan kesiapan menghadapi perubahan kriteria kelulusan tahun ini. “Meskipun kami memiliki 280 orang siswa, Saya dan Majelis Guru telah mempersiapkan tidak hanya pelajaran tapi juga mental siswa untuk menghadapi UN,” jelasnya.

Secara terpisah, Kepala SekolahSMK Islam Perti Grogol Petamburan, Warsito mengatakan juga telah mempersiapkan siswa-siswinya untuk menghadapi UN. Sekolah yang membidangi Keahlian Bisnis dan Manajemen tersebut akan memulai ujian kejuruannya pada Februari mendatang meskipun masih dalam proses kegiatan belajar mengajar. “Kami juga mengadakan try out baik untuk UN dan Ujian Kejuruan.

Siswa kelas XII telah mulai membuat proposal dari hasil praktik kerja lapangannya. Proposal itu akan diujiankan dalam bentuk seminar bulan depan. Tentang jadwal UN yang masih belum pasti, Kami tidak ambil pusing, karena kami perkirakan pada April atau Mei mendatang,” paparnya.

Untuk standar kelulusan dari ujian kejuruan akan menggunakan persentase 70-30, yakni 70% berdasarkan praktik dan sisanya dari teori yang dikuasai siswa dengan standar nilai minimal 7. Menyikapi keikut sertaan pihak sekolah dalam menentukan kelulusan siswa, Warsito menyambut baik hal tersebut,  meskipun persentasenya hanya 40%.

”Guru-Guru di sekolah yang mengetahui bagaimana kemampuan siswanya jadi adalah wajar jika sekolah turut memberikan nilai terhadap kelulusan,” ujarnya.

Warsito juga menyayangkan tidak adanya sitem ujian ulangan bagi siswa yang tidak lulus di ujian pertama, karena siswa di SMK yang terletak di Jalan Tawakal Raya nomor 99 Tomang Grogol Petamburan itu mengaku terkejut dan keberatan dengan sistem baru ini.

“Tahun lalu terdapat 2 orang murid yang ikut ujian ulangan, tahun ini mau tidak mau 160 orang siswa yang terdiri dari satu kelas akuntansi dan tiga kelas administrasi perkantoran di sekolah ini harus lulus 100%,”  tegasnya.  (OL-11)

Sumber: Media Indonesia Online

TAGS:  

 
::. Allhamdulillah dan Selamat atas diterimanya Ananda di PTN Favorit : Fatimah Alifha (SMAN 6 Bogor, diterima di IPB - Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) -- Milenia Tadhita SNR (SMAN 3 Bogor, diterima di Unpad – Psikologi) -- Muhammad Rahman Amrullah (SMAN 3 Bogor, diterima di ITB – FTTM) -- Raja Mula Teguh Wirandio (SMAN 3 Bogor, diterima di UI - Teknik Industri) -- Rifky Khoeruddin (SMAN 3 Bogor, diterima di IPB - Teknologi Pangan) -- Shabrina Shaliha (SMAN 3 Bogor, diterima di UI - Pendidikan Dokter) -- Silke Ramadhani Tresnatri (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – FKG) -- Syifa Amalia (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Farmasi) -- Ivana Calista Brata (SMAN 1 Bogor, diterima di UI - Administrasi Niaga) -- Muhammad Reinaldi (SMAN 1 Bogor, diterima di Unpad- Televisi dan Film) -- Abiyu Muhammad Akmal (SMAN 1 Bogor, diterima di UI - Sistem Informasi) -- Annisa Ayu Saputri (SMAN 3 Bogor, diterima di UNPAD - Kedokteran Gigi) -- Farah Miranti Farizi (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAD - Pendidikan Dokter) -- Farih Afdhahul Ihsan (SMAN 5 Bogor, diterima di IPB – Manajemen) -- Karima Putri Mahdiyah (SMAN 1 Bogor, diterima di IPB – Agribisnis) -- Vanessa Zahra (SMA Dwi Warna Bogor, diterima di UNPAD – Kedokteran Gigi) -- Vicky Pratiwi (SMAN 3 Bogor, diterima di IPB – Teknologi Industri Pertanian) -- Alyssa Nadira Salsabila (SMAN 1 Bogor, diterima di IPB - Kedokteran Hewan) -- Yanathifal Salsabila (SMAN 9 Bogor, diterima di UI – Manajemen) -- Andini Putri Salma (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Vokasi Komunikasi) -- Annisa Aniza (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Sekolah Bisnis) -- Ayu Batari (SMAN 5 Bogor, diterima di UNPAD – Ilmu Kesejahteraan Sosial) -- Chanisiyah Lintang (SMAN 2 Bogor, diterima di UI – Kimia) -- Hafizah Putri Ramadhani (SMAN 2 Bogor, diterima di UNPAD – Agribisnis) -- Khalisha Farhanan (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Ilmu Komunikasi) -- Lazuardi Ilyasa  Iskandar (MAN 2 Bogor, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) -- Milenia Ihsanti Suwarna (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Agribisnis) -- Natsumi Jati Putri (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Manajemen) - Syelin Pratika Sanindita (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Sastra Korea) -- Aditya Taufiq R (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Manajemen) -- Tissa Willavia (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAD – Pendidikan Dokter) -- Vida Zinia Putri H (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Andina Eka Prihertanti (SMAN 1 Cibinong, diterima di UI - ) -- Risyad Pangestu (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAd – Teknik Informatika) -- Ika Keumala Fitri (SMAN 1 Bogor, diterima di ITB – MIPA) -- Milka Zahra Cholilla (SMAN 1 Cibinong, diterima di UI – Perpajakan) -- Muhammad Fauzan (SMAN 2 Cibinong, diterima di UI – Akuntansi) -- Abimanyu Prabaswara (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UI – Manajemen KI) -– Ariani Bakhitah (SMAN 54 Jakarta, diterima di UI – Kimia) -- Ariq Dmitri Andrei (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UGM – Hubungan Internasional) -– Muhammad Berdauno (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UGM – Bisnis) – Nadira Syafira (SMA Diponegoro 1, diterima di UI – Perumahsakitan Vokasi) -- Nurul Syafithri (SMAI  Al Azhar 1 , diterima di ITB – FMIPA) -- Adinda Hasna Rahmadia (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UI – Bahasa dan Kebudayaan Korea) - Maharani Apta C. (SMAN 11 Jakarta, diterima di UI – Sastra Cina) – Altezza (Sevilla Gloal School, diterima di ITB – FMIPA) -- Farros Ahmadi Praja (Khalifa International Islamic School, diterima di ITP – FTTM) -- Muhammad Rustam (-, diterima di UI – Manajemen) -- Fitria Ghaisani (SMAI Al Azhar 4, diterima di ITB – SBM) -- Ghina Rabbani Wasito (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Politik) - Nathalia Syafira (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAd – Film dan Televisi) -- R. Arif Adi Nugroho (SMAI Al Azhar 4, diterima di ITb – SBM) -- Sallimatu Diniyah (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Perpustakaan) – Satrio (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Ekonomi Islam) -- Wydiana Tri Destiawati (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD Ilmu Pemerintahan) -- Amal Adiguna (SMAN 82 Jakarta, diterima di UI – Ilmu Komputer) -- Arnindito Rizhandi (SMAN 70 Jakarta, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Dzaki Ridho (SMAI Al Azhar 3, diterima di UI – Teknik Perkapalan) -- Farras Yoga Purnama (SMAN 99 Jakarta, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Ivan Prakasa Dharmawan (Global Mandiri, diterima di ITB – FTSL) -- Monic Provi Dewinta (SMAN 48 Jakarta, diterima di UI – Ilmu Administrasi Fiskal) -- Salsa Fadhillah (SMAN 78 Jakarta, diterima di UI – Teknik Elektro) -- Farah Fabriana (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Arsitektur) - Raniah Amirah S (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Sastra Jerman) -- Anisa Farisdayanty (SMAN 5 Bekasi, diterima di UI – Akuntansi D3) - Eka Yusmeiliana K (SMA PB Soedirman, diterima di UI – Perumahsakitan) -- Muhammad Alif Firdi D (SMA Darussalam Cikunir, diterima di IPB – Ilmu Teknik Perkapalan) -- Tiara Ariake Shalsabila (SMA PB Soedirman, diterima di ITB – SITH) -- M. Syauqi (-, diterima di IPB – Argobisnis) – Tsabita (-, diterima di IPB – SITH) -- Larasati Dwi Rizqiqa (SMA President School Jababeka, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) -- Ferzadela Haniza Y (SMAN 1 Bekasi, diterima di UI – Administrasi Asuransi dan Aktuaria) -- Mochamad Racka Nugroho (SMAN 1 Bekasi, diterima di UI – Teknik Industri Internasional) -- ARHAM RIZKY ATHALLAH (-, diterima di ITB – FTMD) -- Farhan Aditya Wibowo (SMAN 68, diterima di UI – Teknis Mesin) -- Syifa Amirta Sani (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – farmasi) -- Naufal Ihsan Kamal (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Teknik Mesin) -- Sarah Aminah Kherid (SMAN 2 Tangsel, diterima di UI – Farmasi) -- Ashkia Nur Yasyifa (-, diterima di UI) -- Putri Shabrina (MAN 13 Jakarta, diterima di IPB Kimia) -- Jasmine Humaira (SMAN 3 Depok, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Naura Nafisha (SMAN 2 Depok, diterima di UI – Ekonomi) -- Amara Thifaal Nadhira (SMAN 2 Depok, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) .::