LOGO BINTANG PELAJAR

Announcement Scroller

Stay updated with all our latest news enter your e-mail address here

Delivered by FeedBurner

Penyelewengan (Lagi), ICW Tuntut Kebijakan BOS Diubah
Penyelewengan (Lagi), ICW Tuntut Kebijakan BOS Diubah

Kebijakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah terbukti kurang dapat menekan penyelewengan dalam pengelolaannya. Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta terhadap tujuh SMP dan SD tentang kerugian negara dan daerah Rp5,7 miliar merupakan salah satu bukti bahwa ada penyelewengan dana BOS di tingkat sekolah. Pada 2007, BPK sebenarnya telah menemukan bahwa ada penyelewengan dana BOS di 2.054 sekolah dari 3.237 sampel sekolah yang diperiksa dengan nilai penyimpangan dana sekitar Rp28,1 miliar. Hal itu berarti pada 2007 ada enam dari sepuluh sekolah yang melakukan penyelewengan dana BOS dengan rata-rata penyimpangan Rp13,6 juta.

Penyelewengan dana BOS di tingkat sekolah sepertinya telah menjadi fenomena. Salah satu sebabnya adalah rendahnya transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya.

Sejauh ini, pengelolaan dana BOS di tingkat sekolah cenderung tertutup dan tidak mengikuti panduan pengelolaan dana BOS yang dibuat Kemendiknas. Sebagai contoh, kewajiban mengumumkan Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (APBS) di papan pengumuman sekolah ternyata tidak diikuti sebagian besar sekolah.

Selain itu, penyusunan APBS, terutama pengelolaan dana yang bersumber dari dana BOS, kurang melibatkan partisipasi masyarakat. Penyelewengan dana BOS di tingkat sekolah akhirnya tidak dapat dihindari.

Majelis Komisioner KIP (Komisi Informasi Pusat), pada 15 November 2010, telah mengambil putusan bahwa dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dana BOS adalah dokumen terbuka. Hal itu berarti bahwa masyarakat dapat mengakses dokumen jika ada kebutuhan informasi terhadap kejanggalan dalam pengelolaan dana BOS. Jadi, sekolah berkewajiban membukanya.

Putusan KIP adalah hal yang penting untuk mendorong transparansi pengelolaan dana BOS. Selain itu, putusan diharapkan dapat memicu partisipasi masyarakat yang lebih besar dalam mengawasi pengelolaan dana BOS.

Putusan KIP juga diharapkan menjadi dasar hukum bagi masyarakat untuk menyelidiki kejanggalan dalam pengelolaan dana BOS.

Oleh karena itu, untuk memperkuat putusan KIP di semua sekolah di Indonesia, Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Koalisi Anti-Korupsi Pendidikan (KAKP), pada Senin (6/12), memberi salinan putusan KIP ke Kemendiknas. Kemendiknas diharapkan memperbaiki kebijakan dan mekanisme pengelolaan dana BOS, terutama dalam aspek transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya.

Menurut Peneliti Senior ICW Febri Hendri, sedikitnya ada dua hal yang harus dilakukan Kemendiknas. Pertama, Kemendiknas perlu memasukkan putusan KIP, terutama bab VIII tentang Pengawasan, Pemeriksaan, dan Sanksi, ke Bagian A poin 5 tentang Pengawasan Masyarakat di Halaman.

Poin itu perlu diperbaiki dengan memasukkan bahwa masyarakat dapat mengakses semua dokumen sekolah, terutama yang terkait dengan pengelolaan dana BOS.

Kedua, Kemendiknas perlu merevisi Permendiknas Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Menurut Permendiknas itu, Kemdiknas perlu meningkatkan substansi partisipasi komite sekolah dalam perencanaan, penganggaran, dan pengelolaan dana sekolah.

Komite sekolah perlu diberi kewenangan dan pengaruh dalam penetapan kebijakan strategis sekolah, terutama dalam tiga aspek yang disebut di atas. Sejauh ini, kewenangan komite sekolah hanya dalam penandatanganan laporan keuangan sekolah sebagai syarat dalam pencairan dana BOS setiap triwulan. (*/OL-10)

Sumber: Media Indonesia Online

TAGS:  

 
::. Allhamdulillah dan Selamat atas diterimanya Ananda di PTN Favorit : Fatimah Alifha (SMAN 6 Bogor, diterima di IPB - Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) -- Milenia Tadhita SNR (SMAN 3 Bogor, diterima di Unpad – Psikologi) -- Muhammad Rahman Amrullah (SMAN 3 Bogor, diterima di ITB – FTTM) -- Raja Mula Teguh Wirandio (SMAN 3 Bogor, diterima di UI - Teknik Industri) -- Rifky Khoeruddin (SMAN 3 Bogor, diterima di IPB - Teknologi Pangan) -- Shabrina Shaliha (SMAN 3 Bogor, diterima di UI - Pendidikan Dokter) -- Silke Ramadhani Tresnatri (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – FKG) -- Syifa Amalia (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Farmasi) -- Ivana Calista Brata (SMAN 1 Bogor, diterima di UI - Administrasi Niaga) -- Muhammad Reinaldi (SMAN 1 Bogor, diterima di Unpad- Televisi dan Film) -- Abiyu Muhammad Akmal (SMAN 1 Bogor, diterima di UI - Sistem Informasi) -- Annisa Ayu Saputri (SMAN 3 Bogor, diterima di UNPAD - Kedokteran Gigi) -- Farah Miranti Farizi (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAD - Pendidikan Dokter) -- Farih Afdhahul Ihsan (SMAN 5 Bogor, diterima di IPB – Manajemen) -- Karima Putri Mahdiyah (SMAN 1 Bogor, diterima di IPB – Agribisnis) -- Vanessa Zahra (SMA Dwi Warna Bogor, diterima di UNPAD – Kedokteran Gigi) -- Vicky Pratiwi (SMAN 3 Bogor, diterima di IPB – Teknologi Industri Pertanian) -- Alyssa Nadira Salsabila (SMAN 1 Bogor, diterima di IPB - Kedokteran Hewan) -- Yanathifal Salsabila (SMAN 9 Bogor, diterima di UI – Manajemen) -- Andini Putri Salma (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Vokasi Komunikasi) -- Annisa Aniza (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Sekolah Bisnis) -- Ayu Batari (SMAN 5 Bogor, diterima di UNPAD – Ilmu Kesejahteraan Sosial) -- Chanisiyah Lintang (SMAN 2 Bogor, diterima di UI – Kimia) -- Hafizah Putri Ramadhani (SMAN 2 Bogor, diterima di UNPAD – Agribisnis) -- Khalisha Farhanan (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Ilmu Komunikasi) -- Lazuardi Ilyasa  Iskandar (MAN 2 Bogor, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) -- Milenia Ihsanti Suwarna (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Agribisnis) -- Natsumi Jati Putri (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Manajemen) - Syelin Pratika Sanindita (SMAN 5 Bogor, diterima di UI – Sastra Korea) -- Aditya Taufiq R (SMAN 2 Bogor, diterima di IPB – Manajemen) -- Tissa Willavia (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAD – Pendidikan Dokter) -- Vida Zinia Putri H (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Andina Eka Prihertanti (SMAN 1 Cibinong, diterima di UI - ) -- Risyad Pangestu (SMAN 1 Bogor, diterima di UNPAd – Teknik Informatika) -- Ika Keumala Fitri (SMAN 1 Bogor, diterima di ITB – MIPA) -- Milka Zahra Cholilla (SMAN 1 Cibinong, diterima di UI – Perpajakan) -- Muhammad Fauzan (SMAN 2 Cibinong, diterima di UI – Akuntansi) -- Abimanyu Prabaswara (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UI – Manajemen KI) -– Ariani Bakhitah (SMAN 54 Jakarta, diterima di UI – Kimia) -- Ariq Dmitri Andrei (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UGM – Hubungan Internasional) -– Muhammad Berdauno (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UGM – Bisnis) – Nadira Syafira (SMA Diponegoro 1, diterima di UI – Perumahsakitan Vokasi) -- Nurul Syafithri (SMAI  Al Azhar 1 , diterima di ITB – FMIPA) -- Adinda Hasna Rahmadia (SMA Labschool Rawamangun, diterima di UI – Bahasa dan Kebudayaan Korea) - Maharani Apta C. (SMAN 11 Jakarta, diterima di UI – Sastra Cina) – Altezza (Sevilla Gloal School, diterima di ITB – FMIPA) -- Farros Ahmadi Praja (Khalifa International Islamic School, diterima di ITP – FTTM) -- Muhammad Rustam (-, diterima di UI – Manajemen) -- Fitria Ghaisani (SMAI Al Azhar 4, diterima di ITB – SBM) -- Ghina Rabbani Wasito (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Politik) - Nathalia Syafira (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAd – Film dan Televisi) -- R. Arif Adi Nugroho (SMAI Al Azhar 4, diterima di ITb – SBM) -- Sallimatu Diniyah (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Perpustakaan) – Satrio (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD – Ilmu Ekonomi Islam) -- Wydiana Tri Destiawati (SMAI Al Azhar 4, diterima di UNPAD Ilmu Pemerintahan) -- Amal Adiguna (SMAN 82 Jakarta, diterima di UI – Ilmu Komputer) -- Arnindito Rizhandi (SMAN 70 Jakarta, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Dzaki Ridho (SMAI Al Azhar 3, diterima di UI – Teknik Perkapalan) -- Farras Yoga Purnama (SMAN 99 Jakarta, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Ivan Prakasa Dharmawan (Global Mandiri, diterima di ITB – FTSL) -- Monic Provi Dewinta (SMAN 48 Jakarta, diterima di UI – Ilmu Administrasi Fiskal) -- Salsa Fadhillah (SMAN 78 Jakarta, diterima di UI – Teknik Elektro) -- Farah Fabriana (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Arsitektur) - Raniah Amirah S (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Sastra Jerman) -- Anisa Farisdayanty (SMAN 5 Bekasi, diterima di UI – Akuntansi D3) - Eka Yusmeiliana K (SMA PB Soedirman, diterima di UI – Perumahsakitan) -- Muhammad Alif Firdi D (SMA Darussalam Cikunir, diterima di IPB – Ilmu Teknik Perkapalan) -- Tiara Ariake Shalsabila (SMA PB Soedirman, diterima di ITB – SITH) -- M. Syauqi (-, diterima di IPB – Argobisnis) – Tsabita (-, diterima di IPB – SITH) -- Larasati Dwi Rizqiqa (SMA President School Jababeka, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) -- Ferzadela Haniza Y (SMAN 1 Bekasi, diterima di UI – Administrasi Asuransi dan Aktuaria) -- Mochamad Racka Nugroho (SMAN 1 Bekasi, diterima di UI – Teknik Industri Internasional) -- ARHAM RIZKY ATHALLAH (-, diterima di ITB – FTMD) -- Farhan Aditya Wibowo (SMAN 68, diterima di UI – Teknis Mesin) -- Syifa Amirta Sani (SMAN 3 Bogor, diterima di UI – farmasi) -- Naufal Ihsan Kamal (SMAN 34 Jakarta, diterima di UI – Teknik Mesin) -- Sarah Aminah Kherid (SMAN 2 Tangsel, diterima di UI – Farmasi) -- Ashkia Nur Yasyifa (-, diterima di UI) -- Putri Shabrina (MAN 13 Jakarta, diterima di IPB Kimia) -- Jasmine Humaira (SMAN 3 Depok, diterima di UI – Teknik Kimia) -- Naura Nafisha (SMAN 2 Depok, diterima di UI – Ekonomi) -- Amara Thifaal Nadhira (SMAN 2 Depok, diterima di UNPAD – Ilmu Hukum) .::