Ayah dan Bunda, Tes Kemampuan Akademik (TKA) hadir dengan sejumlah perubahan signifikan di tahun 2026/2027. Bagi Ananda yang kini duduk di kelas akhir SD atau SMP, memahami perubahan ini penting karena sertifikat TKA bisa menjadi salah satu tiket masuk sekolah unggulan melalui jalur prestasi. Apa saja yang berubah dan bagaimana cara mempersiapkan Ananda? Berikut panduan lengkapnya.
Dasar Hukum TKA 2026 yang Perlu Ayah Bunda Ketahui
Penyelenggaraan TKA 2026 mengacu pada beberapa regulasi resmi yang diterbitkan Kemendikdasmen. Ini penting agar Ayah Bunda memahami bahwa TKA bukan kebijakan sementara, melainkan sistem asesmen yang sudah memiliki landasan hukum yang kuat:
- Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik, regulasi induk yang mengatur seluruh penyelenggaraan TKA
- Keputusan Menteri Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA dan Asesmen Nasional, ditetapkan 6 Maret 2026
- Keputusan Kepala BKPDM Nomor 017/F/AN/2026 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan TKA dan Asesmen Nasional, ditetapkan 14 April 2026
Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa TKA dirancang sebagai “alat diagnosis nasional untuk membaca kondisi kemampuan akademik murid secara lebih jernih dan berkeadilan.” Data TKA menjadi titik awal perbaikan, bukan titik akhir penilaian.
4 Perubahan Utama TKA 2026 yang Langsung Berdampak pada Ananda
1. Skema Ujian: 1 Mata Pelajaran per Hari (Sebelumnya 3 Mapel Sehari)
Ini adalah perubahan yang paling terasa bagi siswa SMA/SMK. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, mengumumkan bahwa mulai 2026, siswa hanya mengerjakan satu mata pelajaran per hari, berbeda dari skema sebelumnya yang mengharuskan siswa mengerjakan tiga mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris) dalam satu hari. Perubahan ini dilakukan berdasarkan evaluasi dan masukan langsung dari siswa bahwa beban dalam satu hari terlalu berat.
Perubahan ini juga disertai penambahan durasi pengerjaan, dari sebelumnya 60 menit menjadi 75 menit per mata pelajaran, agar peserta memiliki waktu yang lebih optimal untuk soal pemahaman, aplikasi, maupun penalaran matematis.
Dampak positifnya: Ananda bisa lebih fokus dan tidak terkuras secara mental dalam satu sesi ujian. Setiap mata pelajaran mendapat perhatian penuh tanpa gangguan kelelahan dari mapel sebelumnya.
2. AKM Diintegrasikan ke Dalam TKA
Perubahan besar lainnya: Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang sebelumnya berdiri sendiri kini digabungkan ke dalam kerangka TKA, sebagaimana diatur dalam Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026. Penggabungan ini bertujuan membuat proses asesmen lebih efisien dan tidak membebani siswa dengan dua instrumen tes yang terpisah. Secara praktis, ini berarti komponen literasi dan numerasi yang selama ini diukur oleh AKM kini diintegrasikan ke dalam mata uji TKA secara keseluruhan.
Bagi Ananda, ini berarti kemampuan membaca kritis dan berpikir matematis kontekstual tetap menjadi komponen penting yang perlu dipersiapkan dengan baik, bukan sekadar hafalan materi pelajaran.
3. Penambahan 50 Mata Pelajaran Pilihan Baru untuk SMK
Kemendikdasmen menambahkan 50 mata pelajaran pilihan baru khusus untuk siswa SMK, sehingga total pilihan mapel menjadi 69. Setiap siswa SMK dapat memilih dua mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan rumpun keahlian mereka. Mata pelajaran Matematika untuk SMK juga kini dibedakan ke dalam tiga konteks sesuai rumpun keahlian, sehingga soal yang dihadapi lebih relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan.
Untuk siswa SMA dan MA, mata pelajaran wajib tetap terdiri dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, ditambah dua mata pelajaran pilihan sesuai jurusan.
4. Hasil TKA Dapat Digunakan untuk Jalur Prestasi Masuk Sekolah Unggulan
Ini adalah informasi yang sangat penting untuk Ayah Bunda. Surat Edaran resmi Kemendikdasmen menegaskan bahwa hasil TKA dapat dimanfaatkan pada jalur prestasi akademik sebagai salah satu dasar seleksi penerimaan murid baru, khususnya pada jenjang SMP dan SMA. Ini berarti sertifikat TKA yang baik bisa membuka pintu masuk ke sekolah negeri unggulan, bukan hanya menjadi dokumen untuk arsip.
Bagi Ananda yang menargetkan masuk SMP atau SMA unggulan, sertifikat TKA dengan nilai yang baik kini menjadi aset nyata yang perlu dipersiapkan secara serius.
Jadwal TKA SMA/SMK/MA 2026 yang Perlu Diingat
| Tahapan | Tanggal |
|---|---|
| Pendaftaran | 27 Juli s.d. 27 September 2026 |
| Simulasi | 21-27 September 2026 |
| Gladi bersih | 5-18 Oktober 2026 |
| Pelaksanaan utama | 26 Oktober-8 November 2026 |
| Pelaksanaan susulan | 16-29 November 2026 |
Syarat peserta: memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid. Pelaksanaan utama berlangsung dalam beberapa gelombang sesuai mata pelajaran wajib dan pilihan, sehingga Ayah Bunda perlu mencermati jadwal sesi Ananda melalui portal resmi sekolah.
Sementara itu, jadwal resmi TKA SD dan SMP untuk siklus berikutnya belum dirilis Kemendikdasmen; berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, pengumuman biasanya baru muncul sekitar Januari, menjelang periode pendaftaran dibuka. Ayah Bunda yang Ananda-nya baru akan naik ke kelas VI SD atau kelas IX SMP disarankan memantau langsung portal resmi tka.kemendikdasmen.go.id untuk update jadwal terbaru.
Penyelenggaraan TKA berbeda per jenjang. TKA untuk SMA/SMK diselenggarakan oleh Kemendikdasmen (pusat), TKA SMP oleh Pemerintah Provinsi, dan TKA SD oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Meski berbeda penyelenggara, soal yang diujikan merupakan gabungan dari pusat dan daerah dengan standar yang sudah ditentukan secara nasional.
Cara Mempersiapkan Ananda untuk TKA
Karena TKA berfokus pada kemampuan pemahaman dan penalaran, bukan sekadar hafalan, persiapannya pun harus berbeda dari cara belajar ujian konvensional. Ada tiga hal yang bisa Ayah Bunda lakukan:
- Perkuat pemahaman konsep, bukan hafalan. TKA menguji kemampuan menerapkan ilmu dalam konteks nyata. Ananda yang paham mengapa suatu konsep bekerja akan jauh lebih siap dari yang hanya hafal rumusnya.
- Latih kemampuan membaca kritis dan numerasi kontekstual. Komponen ini muncul di hampir seluruh mata uji TKA dalam berbagai bentuk. Kebiasaan membaca beragam jenis teks dan mengerjakan soal berbasis data sangat membantu.
- Ikuti simulasi TKA resmi yang disediakan Kemendikdasmen. Simulasi resmi memberi gambaran akurat tentang tampilan soal, durasi, dan teknis pengerjaan. Jangan lewatkan jadwal gladi bersih yang biasanya diadakan beberapa minggu sebelum pelaksanaan utama.
Penting diketahui: Abdul Mu’ti selaku Mendikdasmen menegaskan bahwa TKA memiliki tiga fungsi: memotret capaian (assessment of learning), dasar perbaikan pembelajaran (assessment for learning), dan bagian dari sistem penilaian komprehensif (assessment as learning). Ini bukan ujian yang perlu ditakuti, tapi kesempatan Ananda untuk menunjukkan kemampuan nyatanya secara terstandar.
Insyaallah, dengan persiapan yang terencana dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, Ananda bisa memanfaatkan TKA bukan hanya sebagai kewajiban sekolah, tapi sebagai peluang nyata untuk membuka pintu menuju sekolah unggulan yang menjadi impian keluarga.
| Persiapkan Ananda Tembus SMP dan SMA Unggulan Melalui Jalur TKA
Program Sukses TKA Bintang Pelajar dirancang khusus untuk membantu Ananda memahami pola soal TKA, melatih kemampuan akademik secara terstruktur, dan mengoptimalkan sertifikat TKA sebagai tiket masuk sekolah unggulan. |
FAQ
โApakah TKA 2026 menentukan kelulusan atau kenaikan kelas Ananda?
Tidak. Mendikdasmen Abdul Mu’ti secara eksplisit menegaskan bahwa TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib dalam arti menentukan kenaikan kelas. TKA adalah instrumen pemetaan kemampuan akademik yang hasilnya digunakan untuk perbaikan sistem pendidikan secara nasional dan bisa dimanfaatkan oleh siswa untuk keperluan seleksi jalur prestasi masuk sekolah unggulan.
โ Apakah semua siswa wajib mengikuti TKA?
TKA tidak bersifat wajib secara individu, tapi sangat dianjurkan, terutama bagi Ananda yang menargetkan masuk SMP atau SMA unggulan melalui jalur prestasi akademik. Syarat mengikuti TKA adalah memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid. Sekolah memfasilitasi pendaftaran dan pelaksanaan TKA melalui portal resmi yang disediakan Kemendikdasmen.
โ Mata pelajaran apa saja yang diujikan dalam TKA SD dan SMP?
Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025, mata uji inti TKA untuk jenjang SD (kelas VI) dan SMP (kelas IX) adalah Bahasa Indonesia dan Matematika, yang pengukurannya kini terintegrasi dengan komponen literasi dan numerasi dari AKM. Detail teknis mata uji per jenjang bisa diakses melalui portal resmi TKA di tka.kemendikdasmen.go.id.
โ Bagaimana Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) bisa digunakan untuk masuk sekolah unggulan?
Berdasarkan surat edaran resmi Kemendikdasmen, hasil TKA dapat digunakan sebagai salah satu dasar seleksi pada jalur prestasi akademik penerimaan murid baru di jenjang SMP dan SMA. Artinya, sekolah unggulan yang membuka jalur prestasi bisa mempertimbangkan nilai SHTKA dalam proses seleksinya, di samping nilai rapor dan prestasi lainnya. Mekanisme teknisnya berbeda beda per sekolah dan per daerah, sehingga Ayah Bunda perlu mengonfirmasi langsung ke sekolah tujuan.
Referensi
- Kemendikdasmen RI,ย Siaran Pers ‘Kemendikdasmen Tetapkan Pendaftaran TKA 2026 Dimulai pada 27 Juli 2026’ (kemendikdasmen.go.id, 27 Juli 2026)
- Menpan.go.id / InfoPublik, ‘TKA SD dan SMP 2026 Resmi Dibuka, Instrumen Standar Ukur Capaian Akademik Murid’ (menpan.go.id, Januari 2026)
- Puslapdik Kemendikdasmen, ‘TKA Jenjang SD dan SMP Direncanakan April 2026’ (puslapdik.kemendikdasmen.go.id, Desember 2025)
- Media Indonesia, ‘Kemendikdasmen Ubah Skema TKA SMA 2026’ (mediaindonesia.com, 26 Mei 2026)
- Antara News Yogyakarta, ‘Kemendikdasmen Tetapkan Penyelenggaraan TKA Tingkat SD-SMP Sederajat April 2026’ (jogja.antaranews.com, 27 April 2026)








