Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah pada junjungan kita Nabi yang mulia, Muhammad shallallahu โalaihi wa sallam.
Kita diperintahkan untuk menjaga lisan. Di antara ayat yang menganjurkan hal ini adalah firman Allah Taโala,
ุฅูุฐู ููุชููููููู ุงููู ูุชููููููููุงูู ุนููู ุงููููู ูููู ููุนููู ุงูุดููู ูุงูู ููุนููุฏู (17) ู ูุง ููููููุธู ู ููู ูููููู ุฅููููุง ููุฏููููู ุฑููููุจู ุนูุชููุฏู (18)
โ(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.โ
(QS. Qaaf: 17-18).
Ingat, semuanya akan dicatat, termasuk ucapan lisan kita.
Ketika berpuasa, kita diperintahkan menjaga lisan. Dalam hadits disebutkan,
ู ููู ููู ู ููุฏูุนู ูููููู ุงูุฒูููุฑู ููุงููุนูู ููู ุจููู ููููููุณู ููููููู ุญูุงุฌูุฉู ููู ุฃููู ููุฏูุนู ุทูุนูุงู ููู ููุดูุฑูุงุจููู
โBarangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.โ
(HR. Bukhari, no. 1903).
As-Suyuthi mengatakan bahwa az-zuur adalah berkata dusta dan menfitnah (buhtan). Sedangkan mengamalkannya berarti melakukan perbuatan keji yang merupakan konsekuensinya yang telah Allah larang. (Syarh Sunan Ibnu Majah, 1:121, Maktabah Syamilah)
Apa saja dosa yang dikarenakan oleh lisan?
Pertama: Berdusta
Ibnu Masโud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุนูููููููู ู ุจูุงูุตููุฏููู ููุฅูููู ุงูุตููุฏููู ููููุฏูู ุฅูููู ุงููุจูุฑูู ููุฅูููู ุงููุจูุฑูู ููููุฏูู ุฅูููู ุงููุฌููููุฉู ููู ูุง ููุฒูุงูู ุงูุฑููุฌููู ููุตูุฏููู ููููุชูุญูุฑููู ุงูุตููุฏููู ุญูุชููู ููููุชูุจู ุนูููุฏู ุงูููููู ุตูุฏูููููุง ููุฅููููุงููู ู ููุงููููุฐูุจู ููุฅูููู ุงููููุฐูุจู ููููุฏูู ุฅูููู ุงููููุฌููุฑู ููุฅูููู ุงููููุฌููุฑู ููููุฏูู ุฅูููู ุงููููุงุฑู ููู ูุง ููุฒูุงูู ุงูุฑููุฌููู ููููุฐูุจู ููููุชูุญูุฑููู ุงููููุฐูุจู ุญูุชููู ููููุชูุจู ุนูููุฏู ุงูููููู ููุฐููุงุจูุง
โHendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.โ
(HR. Muslim, no. 2607)
Kedua: Ghibah
Ghibah kata Imam Nawawi adalah menyebutkan kejelekan orang lain di saat ia tidak ada saat pembicaraan. (Syarh Shahih Muslim, 16: 129).
Dalam Al-Adzkar (hlm. 597), Imam Nawawi rahimahullah menyebutkan,
โGhibah adalah sesuatu yang amat jelek, tetapi tersebar di khalayak ramai. Yang bisa selamat dari tergelincirnya lisan seperti ini hanyalah sedikit. Ghibah memang membicarakan sesuatu yang ada pada orang lain, tetapi yang diceritakan adalah sesuatu yang ia tidak suka untuk diperdengarkan pada orang lain. Sesuatu yang diceritakan bisa jadi pada badan, agama, dunia, diri, akhlak, bentuk fisik, harta, anak, orang tua, istri, pembantu, budak, pakaian, cara jalan, gerak-gerik, wajah berseri, kebodohan, wajah cemberutnya, kefasihan lidah, atau segala hal yang berkaitan dengannya. Cara ghibah bisa jadi melakui lisan, tulisan, isyarat, atau bermain isyarat dengan mata, tangan, kepala atau semisal itu.โ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu โanhu, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ยซ ุฃูุชูุฏูุฑูููู ู ูุง ุงููุบููุจูุฉู ยป. ููุงูููุง ุงูููููู ููุฑูุณูููููู ุฃูุนูููู ู. ููุงูู ยซ ุฐูููุฑููู ุฃูุฎูุงูู ุจูู ูุง ููููุฑููู ยป. ููููู ุฃูููุฑูุฃูููุชู ุฅููู ููุงูู ููู ุฃูุฎูู ู ูุง ุฃูููููู ููุงูู ยซ ุฅููู ููุงูู ููููู ู ูุง ุชูููููู ููููุฏู ุงุบูุชูุจูุชููู ููุฅููู ููู ู ูููููู ููููู ููููุฏู ุจูููุชูููู ยป
โTahukah engkau apa itu ghibah?โ Mereka menjawab, โAllah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.โ Ia berkata, โEngkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.โ Beliau ditanya, โBagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?โ Jawab Nabi shallallahu โalaihi wa sallam, โJika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.โ
(HR. Muslim, no. 2589)
Ketiga: Namimah (Suka Mengadu Domba)
Imam Nawawi berkata, โNamimah adalah menukil perkataan orang lain dengan tujuan untuk membuat kerusakan. Namimah inilah sejelek-jelek perbuatan.โ
Dari Ibnu โAbbas radhiyallahu โanhuma, ia berkata bahwa Nabi shallallahu โalaihi wa sallam pernah melewati salah satu sudut kota Madinah atau Mekah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang diazab di kubur. Beliau pun bersabda,
ููุนูุฐููุจูุงููุ ููู ูุง ููุนูุฐููุจูุงูู ููู ููุจููุฑูุ ุจููููุ ููุงูู ุฃูุญูุฏูููู ูุง ูุงู ููุณูุชูุชูุฑู ู ููู ุจูููููููุ ููููุงูู ุงูุขุฎูุฑู ููู ูุดูู ุจูุงููููู ููู ูุฉู
โMereka berdua disiksa. Mereka menganggap bahwa itu bukan perkara besar, tetapi sesungguhnya itu perkara besar. Orang yang pertama disiksa karena tidak menutupi diri ketika kencing. Adapun orang yang kedua disiksa karena suka mengadu domba (namimah).โ
(HR. Bukhari no. 216 dan Muslim no. 292).
Keempat: Mengejek Orang Lain (Istihzaโ)
Allah Taโala berfirman,
ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขูู ููููุง ููุง ููุณูุฎูุฑู ููููู ู ู ููู ููููู ู ุนูุณูู ุฃููู ููููููููุง ุฎูููุฑูุง ู ูููููู ู ููููุง ููุณูุงุกู ู ููู ููุณูุงุกู ุนูุณูู ุฃููู ููููููู ุฎูููุฑูุง ู ูููููููู
โHai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.โ
(QS. Al-Hujurat: 11)
Sifat melecehkan dan meremehkan termasuk dalam kategori sombong sebagaimana sabda Rasul shallallahu โalaihi wa sallam,
ุงููููุจูุฑู ุจูุทูุฑู ุงููุญูููู ููุบูู ูุทู ุงููููุงุณู
โSombong adalah sikap menolak kebenaran dan meremehkan manusia.โ (HR. Muslim, no. 91).
Meremehkan orang lain adalah suatu yang diharamkan karena bisa jadi yang diremehkan lebih mulia di sisi Allah seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.โ (Tafsir Al-Qurโan Al-โAzhim, 6:713).
Kelima: Niyahah (Meratapi Orang Mati)
Niyahah adalah jika seseorang bersedih dan menangisi mayit serta menghitung-hitung berbagai kebaikannya. Ada yang mengartikan pula bahwa niyahah adalah menangis dengan suara keras dalam rangka meratapi kepergian mayit atau meratap karena diantara kemewahan dunia yang ia miliki lenyap. Niyahah adalah perbuatan terlarang. Demikian penjelasan penulis โAunul Maโbud ketika menjelaskan maksud niyahah. (Lihat โAunul Maโbud, 8: 277.)
Niyahah termasuk larangan bahkan dosa besar karena diancam dengan hukuman (siksaan) di akhirat kelak. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Malik Al Asyโari radhiyallahu โanhu bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
โEmpat hal yang terdapat pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliyah yang susah untuk ditinggalkan: (1) membangga-banggakan kebesaran leluhur, (2) mencela keturunan, (3) mengaitkan turunnya hujan kepada bintang tertentu, dan (4) meratapi mayit (niyahah).โ Lalu beliau bersabda, โOrang yang melakukan niyahah bila mati sebelum ia bertaubat, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan ia dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatalโ
(HR. Muslim, no. 934)
Keenam: Suka Berdebat
Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฃูุจูุบูุถู ุงูุฑููุฌูุงูู ุฅูููู ุงูููููู ุงูุฃูููุฏูู ุงููุฎูุตูู ู
โOrang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling keras debatnya.โ
(HR. Bukhari, no. 4523; Muslim, no. 2668).
Yang dimaksud orang yang paling dibenci di sini adalah orang yang berdebat dengan cara yang keras.
Ketujuh: Suka Memuji Berlebihan
Dari Abu Maโmar, ia berkata, โAda seorang pria berdiri memuji salah seorang gubernur. Miqdad (Ibnul Aswad) lalu menyiramkan pasir ke wajahnya dan berkata,
ุฃูู ูุฑูููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ุฃููู ููุญูุซููู ููู ููุฌูููู ุงููู ูุฏููุงุญูููู ุงูุชููุฑูุงุจู.
โKami diperintahkan oleh Rasulullah โshallallahu โalaihi wa sallam– untuk menyiramkan pasir ke wajah orang-orang yang memuji.โ
(HR. Muslim no. 3002).
Imam Nawawi membuat judul Bab โLarangan memuji orang lain secara berlebihan dan dikhawatirkan menimbulkan fitnah bagi yang dipujiโ.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, โSebagian ulama ada yang mengamalkan demikian. Jika ada yang memuji di depan wajahnya, maka mereka melemparkan debu di wajahnya sesuai hakikat hadits tersebut. Sedangkan ulama lainnya memaknakan hadits โmenyiramkan pasirโ bahwa pujian mereka itu ditolak mentah-mentah dan tidak kita terima. Ada pula pendapat lain yang mengatakan bahwa jika kalian dipuji, maka ingatlah bahwa kalian itu berasal dari tanah, maka bersikaplah tawadhuโ (rendah diri) dan janganlah merasa ujub (bangga diri). Namun tafsiran terakhir ini lemah.โ (Syarh Shahih Muslim, 18: 106-107)
Cara lepas dari dosa karena lisan
- Taubat kepada Allah:
a. Menyesal,
b. Berhenti dan kembali taat,
c. Bertekad tidak mau mengulangi lagi,
d. Minta kehalalan dari orang yang dizalimi, menyebut kebaikan orang yang dicela, dan bertaubat kepada Allah. - Mengetahui jeleknya dosa karena lisan.
- Mengetahui dosa lisan akan menghapus kebaikannya pada hari kiamat.
- Menghindari majelis yang di dalamnya ada dosa lisan seperti ghibah, namimah, dusta, mencela, mengejek, sehingga tidak disebut tolong menolong dalam dosa dan melampaui batas.
Semoga Allah memberikan taufik pada kita semua untuk menjaga lisan. Moga Allah ampuni kesalahan kita karena sebab lisan.
Disusun oleh :ย Divisi Pembinaan Akhlak Pegawai dan Pelanggan Bintang Pelajar
Baca Juga :ย Jangan Berlebihan dalam Berduka dan Bahagia