لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHOOLIMIIN
“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”
(QS. Al Anbiya 87)
Ini merupakan kalimat singkat yang diucapkan Nabi Yunus ‘alaihissalam ketika ditelan ikan paus, sehingga beliau berada dalam tiga lapis kegelapan: kegelapan dalam perut ikan, kegelapan dalamnya lautan, dan kegelapan malam. Ketika beliau berada dalam gelap gulita ini, beliau berdoa dengannya, dan betapa indah kalimat ini! Di dalamnya terkandung pengesaan, penyucian, dan pengakuan, perkara-perkara yang mendatangkan keselamatan sekaligus dicintai Allah.
“لَا إِلَهَ إِلَّا الله” (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah), merupakan kalimat ketauhidan dan keikhlasan. Seandainya seorang hamba mengucapkannya dengan penuh keikhlasan karena Allah, niscaya Dia akan menyelamatkannya (dari musibah) meskipun ia adalah orang yang musyrik. Ayat-ayat Al-Qur’an menjadi dalil atas hal ini.
Diriwayatkan dari Asma binti Umais Radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda kepadaku:
ألَا أُعلِّمكِ كلماتٍ تقولينهن عند الكرب، أو في الكرب؟ الله الله ربي، لا أشرك به شيئًا
‘Maukah aku ajarkan kepadamu kalimat untuk kamu ucapkan ketika terjadi musibah atau ketika kamu dalam musibah? Yaitu: Allah! Allah! Tuhanku! Aku tidak menyekutukan-Nya dengan apapun!’”
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Mengakui dosa merupakan sikap yang dicintai Allah, sehingga Dia akan memberi pertolongan orang yang mengakui dosanya, serta mengampuni dan menutup dosa itu di dunia dan akhirat. Ketika itu, Allah akan berfirman, “Hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Tuhan yang dapat mengampuni dosa dan dapat memberi balasan atasnya.”
Disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ
“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah:
LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN
(Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya).
Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.”
(HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini sahih).
Kenapa do’a Nabi Yunus mudah diijabahi?
Karena dalam do’a beliau tersebut terdapat pengakuan pada ketauhidan Allah ‘azza wa jalla dan pengakuan terhadap setiap dosa, kesalahan dan kezholiman yang diperbuat diri sendiri.
Intinya dalam do’a Dzun Nuun ini ada tiga keistimewaan:
- Pengakuan tauhid.
- Pengakuan akan kekurangan diri.
- Berisi permohonan ampun (istighfar) pada Allah
Sudah sepatutnya bagi setiap hamba yang mengalami kegelisahan dan kesedihan untuk banyak-banyak mengulang do’a ini dan menambahkan dalam setiap do’anya. Niscaya Allah pun akan mudah mengijabahi doanya. Jadi awalilah setiap doa apa saja dengan doa Dzun Nuun ini, niscaya doa tersebut akan diijabahi dengan izin Allah. Yakinlah!
Disusun oleh : Divisi Pembinaan Akhlak Pegawai dan Pelanggan (PAP2) Bintang Pelajar
Baca juga : Menjaga Aib Orang Lain: Pelajaran Penting dari Rasulullah ﷺ di Era Media Sosial



