Ramadan telah meninggalkan kita, mari kita lestarikan kenangan-kenangan indah beribadah saat bulan Ramadan lalu.ย
Belum lama kita bergelut melakukan rukun Islam ke 4 yaitu puasa di bulan suci ramadhan. Pahalanya tanpa batas. Dan ibadah-ibadah yang kita lakukan di bulan itu, bernilai besar, lebih istimewa daripada bulan-bulan lain. Tentu harapan setiap insan, amalan-amalan ibadah yang dilakukan dapat menadatangkan cinta dan rahmat Allah kepadanya, dapat memasukkan ke surga-Nya.
Lantas apa tanda diterimanya amal?
Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan,ย
ุฃู ู ุนุงูุฏุฉ ุงูุตูุงู ุจุนุฏ ุตูุงู ุฑู ุถุงู ุนูุงู ุฉ ุนูู ูุจูู ุตูู ุฑู ุถุงู ูุฅู ุงููู ุฅุฐุง ุชูุจู ุนู ู ุนุจุฏ ูููู ูุนู ู ุตุงูุญ ุจุนุฏู ูู ุง ูุงู ุจุนุถูู : ุซูุงุจ ุงูุญุณูุฉ ุงูุญุณูุฉ ุจุนุฏูุง ูู ู ุนู ู ุญุณูุฉ ุซู ุงุชุจุนูุง ุจุนุฏ ุจุญุณูุฉ ูุงู ุฐูู ุนูุงู ุฉ ุนูู ูุจูู ุงูุญุณูุฉ ุงูุฃููู ูู ุง ุฃู ู ู ุนู ู ุญุณูุฉ ุซู ุงุชุจุนูุง ุจุณูุฆุฉ ูุงู ุฐูู ุนูุงู ุฉ ุฑุฏ ุงูุญุณูุฉ ู ุนุฏู ูุจูููุง
โKembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, โBalasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.โ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.โ (Lathaif Al-Maโarif, hlm. 388)
Keutamaan Puasa Syawal
Kita tahu bersama bahwa puasa Syawal itul punya keutamaan, bagi yang berpuasa Ramadhan dengan sempurna lantas mengikutkan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala puasa setahun penuh. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu โalaihi wa sallam,
ู ููู ุตูุงู ู ุฑูู ูุถูุงูู ุซูู ูู ุฃูุชูุจูุนููู ุณูุชููุง ู ููู ุดููููุงูู ููุงูู ููุตูููุงู ู ุงูุฏููููุฑู
โBarangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.โ (HR. Muslim no. 1164).
Tata cara puasa Syawal
Ulama berselisih pendapat tentang tata cara yang paling baik dalam melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal.
- Pendapat pertama, dianjurkan untuk menjalankan puasa Syawal secara berturut-turut, sejak awal bulan. Ini adalah pendapat Imam Syafiโi dan Ibnul Mubarak. Pendapat ini didasari sebuah hadis, namun hadisnya lemah.
- Pendapat kedua, tidak ada beda dalam keutamaan, antara dilakukan secara berturut-turut dengan dilakukan secara terpisah-pisah. Ini adalah pendapat Imam Wakiโ dan Imam Ahmad.
- Pendapat ketiga, tidak boleh melaksanakan puasa persis setelah Idul Fitri karena itu adalah hari makan dan minum. Namun, sebaiknya puasanya dilakukan sekitar tengah bulan. Ini adalah pendapat Maโmar, Abdurrazaq, dan diriwayatkan dari Athaโ. Kata Ibnu Rajab, โIni adalah pendapat yang aneh.โ (Lathaiful Maโarif, hlm. 384โ385)
Pendapat yang lebih kuat dalam hal ini adalah pendapat yang menyatakan bolehnya puasa Syawal tanpa berurutan. Keutamaannya sama dengan puasa Syawal secara terpisah.ย
Antara qadha dan puasa Syawal
Keutamaan puasa Syawal hanya diperoleh jika puasa Ramadan telah selesai.
Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin mengatakan,ย
โSetiap orang perlu memerhatikan bahwa keutamaan puasa Syawal ini tidak bisa diperoleh kecuali jika puasa Ramadan telah dilaksanakan semuanya. Oleh karena itu, jika seseorang memiliki tanggungan qadha Ramadan, hendaknya dia bayar dulu qadha Ramadan-nya, baru kemudian melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal. Jika dia berpuasa Syawal sementara belum meng-qadha utang puasa Ramadhan-nya maka dia tidak mendapatkan pahala keutamaan puasa Syawal, tanpa memandang perbedaan pendapat, apakah puasanya sebelum qadha itu sah ataukah tidak sah.
Alasannya, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ย โBarang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian dia ikuti dengan โฆโ sementara orang yang punya kewajiban qadha puasa Ramadan baru berpuasa di sebagian Ramadan dan belum dianggap telah berpuasa Ramadan (penuh).
Boleh melaksanakan puasa sunah secara berurutan atau terpisah-pisah. Namun, mengerjakannya dengan berurutan, itu lebih utama karena menunjukkan sikap bersegera dalam melaksanakan kebaikan, dan tidak menunda-nunda amal yang bisa menyebabkan tidak jadi beramal.โ (Fatawa Ibni Utsaimin, kitab โAd-Daโwahโ, 1:52โ53)
Bolehkah puasa sunah Syawal sebelum qadha?
Keterangan dari Syekh Khalid Al-Mushlih,
โBismillahirrahmanirrahim.
Ulama berbeda pendapat tentang bolehnya berpuasa sunah sebelum menyelesaikan qadha puasa Ramadan. Secara umum, ada dua pendapat:.
Pertama, bolehnya puasa sunah sebelum qadha puasa Ramadan. Ini adalah pendapat mayoritas ulama. Ada yang mengatakan boleh secara mutlak dan ada yang mengatakan boleh tetapi makruh.ย
Al-Hanafiyah berpendapat, โBoleh melakukan puasa sunah sebelum qadha Ramadan karena qadha tidak wajib dikerjakan segera. Namun, kewajiban qadha sifatnya longgar. Ini merupakan salah riwayat pendapat Imam Ahmad.โ
Adapun Malikiyah dan Syafiโiyah menyatakan bahwa boleh berpuasa sunah sebelum qadha, tetapi hukumnya makruh, karena hal ini menunjukkan sikap lebih menyibukkan diri dengan amalan sunah sebelum qadha, sebagai bentuk mengakhirkan kewajiban.
Kedua, haram melaksanakan puasa sunah sebelum qadha puasa Ramadan. Ini adalah pendapat Mazhab Hanbali.
Pendapat yang kuat dalam hal ini adalah pendapat yang menyatakan bolehnya puasa sunah sebelum qadha karena waktu meng-qadha cukup longgar, dan mengatakan tidak boleh puasa sunnah sebelum qadha itu butuh dalil. Sementara, tidak ada dalil yang bisa dijadikan acuan dalam hal ini.โ (Sumber: http://www.saaid.net/mktarat/12/10-2.htm)
Yuk, mumpung masih bulan Syawal, mari kita berpuasa sunnah.
Disusun oleh :ย Divisi Pembinaan Akhlak Pegawai dan Pelanggan Bintang Pelajar
Baca Juga :ย Jauhi Ghibah! Sibukkan dengan Merenungkan Aib Sendiri