Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang telah memberikan kita nikmat sehingga kita dimudahkan berada di masjid yang mulia ini. Shalawat dan salam semoga tercurah pada junjungan kita Nabi yang mulia, suri tauladan kita semua, Nabi yang mulia, Muhammad shallallahu โalaihi wa sallam. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang telah memberikan kita nikmat sehingga kita dimudahkan berada di masjid yang mulia ini. Shalawat dan salam semoga tercurah pada junjungan kita Nabi yang mulia, suri tauladan kita semua, Nabi yang mulia, Muhammad shallallahu โalaihi wa sallam.
Surah Al-Maaโuun dan Peringatan bagi Orang yang Lalai
Di antara surah yang bagus untuk kita renungkan adalah surah yang rajin kita baca yaitu surah-surah pendek. Di antara surah tersebut adalah surah Al-Maaโuun. Surah nomor 107 ini membicarakan tentang celaan bagi orang yang enggan menunaikan hak Allah dan hak sesama. Allah Taโala berfirman,
ุฃูุฑูุฃูููุชู ุงูููุฐูู ููููุฐููุจู ุจูุงูุฏููููู (1) ููุฐููููู ุงูููุฐูู ููุฏูุนูู ุงููููุชููู ู (2) ููููุง ููุญูุถูู ุนูููู ุทูุนูุงู ู ุงููู ูุณูููููู (3) ูููููููู ููููู ูุตููููููู (4) ุงูููุฐูููู ููู ู ุนููู ุตูููุงุชูููู ู ุณูุงููููู (5) ุงูููุฐูููู ููู ู ููุฑูุงุกูููู (6) ููููู ูููุนูููู ุงููู ูุงุนูููู (7)
โTahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riyaโ dan enggan (menolong dengan) barang berguna.โ (QS. Al Maaโuun: 1-7).
Perhatikan dalam surah ini disebutkan tentang hak Allah, yaitu beriman kepada hari pembalasan (tidak mendustakannya), menjaga shalat, dan tidak riyaโ. Sedangkan hak sesama adalah menyayangi anak yatim, memberi makan kepada orang miskin, dan menolong orang lain dengan barang yang berguna.
Di antara sifat yang melalaikan hak pada Allah disebutkan dalam ayat,
ูููููููู ููููู ูุตููููููู (4) ุงูููุฐูููู ููู ู ุนููู ุตูููุงุชูููู ู ุณูุงููููู (5)
โMaka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnyaโ.
Kata Ibnu โAbbas, yang dimaksud di sini adalah orang-orang munafik yaitu yang mereka shalat di kala ada banyak orang, tetapi enggan shalat ketika sendirian. (Tafsir Al-Qurโan Al-โAzhim, 7:662)
Dalam ayat disebutkan โููููู ูุตูููููููโ, bagi orang-orang yang shalat, yaitu mereka yang biasa shalat dan konsekuen dengannya, lalu mereka lalai.
Bentuk Kelalaian dalam Shalat
Yang dimaksud lalai dari shalat bisa mencakup beberapa pengertian:
- Tidak mengerjakan shalat sama sekali.
- Lalai dari pengerjaannya dari waktu yang ditetapkan oleh syariโat, malah mengerjakannya di luar waktu yang ditetapkan.
- Selalu mengerjakan shalat di akhir waktu selamanya atau umumnya.
- Tidak memenuhi rukun shalat dan syarat shalat sebagaimana yang diperintahkan.
- Tidak khusyuk dan tidak merenungkan (tadabur) pada apa yang dibaca dalam shalat.
Lalai dari shalat mencakup semua pengertian di atas. Setiap orang yang memiliki sifat demikian, maka dialah yang disebut lalai dari shalat. Jika ia memiliki seluruh sifat tersebut, maka semakin sempurnalah kecelakaan untuknya dan semakin sempurna nifak โamali padanya. (Lihat Tafsir Al-Qurโan Al-โAzhim, 7:662-663).
Pentingnya Menjaga Shalat
Dari sini menunjukkan penting sekali setiap muslim itu menjaga shalat. Bahkan sebagaimana disebutkan oleh Syaikh As-Saโdi rahimahullah, shalat itu adalah ketaatan dan bentuk qurbah yang paling utama. Bahkan kalau kita mau melihat dari sisi dalil syari, shalat itu masih lebih utama daripada puasa. Namun, sayangnya kaum muslimin lebih memilih menunaikan puasa daripada shalat, puasa dirasa lebih utama dibanding shalat.
Lihatlah bahaya orang yang meninggalkan shalat sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini. Dari โAbdullah bin โAmr bin Al-โAsh radhiyallahu โanhuma, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam pernah menceritakan tentang shalat pada suatu hari, di mana beliau bersabda,
ู ููู ุญูุงููุธู ุนูููููููุง ููุงููุชู ูููู ูููุฑุงู ููุจูุฑูููุงูุงู ููููุฌูุงุฉู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู ููู ููู ููู ู ููุญูุงููุธู ุนูููููููุง ููู ู ูููููู ูููู ูููุฑู ูููุงู ุจูุฑูููุงูู ูููุงู ููุฌูุงุฉู ููููุงูู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู ู ูุนู ููุงุฑูููู ููููุฑูุนููููู ููููุงู ูุงูู ููุฃูุจูููู ุจููู ุฎููููู
โSiapa yang menjaga shalat, maka ia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan kelak. Nanti di hari kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qarun, Firโaun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.โ (HR. Aแธฅmad, 2:169. Syaikh Syuโaib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang meninggalkan shalat biasa sibuk dengan harta, kerajaan, kekuasaan, dan perdagangan.
- Siapa yang sibuk dengan harta sehingga melalaikan shalatnya, maka ia akan dikumpulkan bersama Qarun.
- Siapa yang sibuk dengan kerajaannya sehingga melalaikan shalatnya, maka ia akan dikumpulkan bersama Firโaun.
- Siapa yang sibuk dengan kekuasaan sehingga melalaikan shalat, maka ia akan dikumpulkan bersama Haman (menterinya Firโaun).
- Siapa yang sibuk dengan perdagangan sehingga melalaikan shalat, maka ia akan dikumpulkan bersama Ubay bin Khalaf.
Lihat Ash-Shalah wa Hukmu Taarikihaa, hlm. 37-38.
Semoga Allah memberikan taufik pada kita semua untuk menjaga shalat.
Disusun oleh :ย Divisi Pembinaan Akhlak Pegawai dan Pelangganย (PAP2)ย Bintang Pelajar
Baca juga :ย Hukum Aqiqah Anak Setelah Baligh: Masih Tanggung Jawab Orang Tua?



