Bimbel Ujian Mandiri PTN Terpercaya untuk Masuk PTN Favorit
Bimbel Ujian Mandiri PTN

Bagikan :

Setiap perguruan tinggi negeri umumnya mempunyai jalur ujian mandiri masing-masing. Jalur yang satu ini perlu dipersiapkan dengan matang oleh kamu yang ingin masuk PTN jalur mandiri. Kamu tidak perlu khawatir, karena bisa mengikuti bimbel ujian mandiri PTN di Bintang Pelajar.

Bintang Pelajar menjadi solusi untuk kamu yang belum lolos jalur SNBP atau SNBT yaitu dengan mengikuti jalur seleksi mandiri. Bintang Pelajar tersedia di berbagai kota salah satunya di Jakarta dan Bandung.

Ketahui Tentang Ujian Mandiri dan Bimbel Ujian Mandiri PTN

 

Seleksi untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri terbagi menjadi 3 jalur, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri PTN (ujian mandiri).

Ketiga jalur seleksi tersebut mempunyai ketentuan yang berbeda-beda. Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah daftar melalui jalur mandiri PTN ini pasti diterima? Jawabannya adalah tidak, karena ini tetaplah seleksi berupa tes.

Ketentuan yang diterapkan pada jalur mandiri ini tentunya berbeda-beda di setiap PTN sesuai dengan kebijakan dan peraturannya. Sehingga kamu tidak bisa menyamaratakan kebijakan dan peraturan di setiap PTN.

Seleksi jalur mandiri ini bisa dibilang merupakan jalur terakhir yang bisa ditempuh untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri. Jadi, kamu harus mempersiapkannya sebaik mungkin sama seperti jalur masuk PTN lainnya. Salah satunya yaitu dengan mengikuti bimbel atau bimbingan belajar.

Namun sebelum mengikuti bimbingan belajar, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan apabila ingin mengikuti seleksi jalur mandiri PTN. Berikut ini merupakan uraiannya:

  • Opsi Terakhir Masuk PTN

Jalur mandiri merupakan opsi terakhir yang bisa kamu ikuti apabila tetap ingin masuk PTN. Melalui jalur mandiri, kamu akan mengikuti serangkaian tes yang telah disediakan oleh pihak Perguruan Tinggi Negeri yang kamu tuju.

  • Jumlah Peminat Lebih Sedikit

Kuota yang ditetapkan oleh LTMPT untuk seleksi mandiri PTN ini maksimal 30%. Beberapa PTN seperti UI, ITB, dan UGM cukup berbeda yaitu 50%. Namun, kuota tersebut mempunyai jumlah peminat yang sedikit dan persaingannya tidak terlalu ketat.

  • Biaya Pendidikan Lebih Mahal

Sebelum memutuskan mengikuti jalur mandiri, perlu kamu ketahui bahwa biaya pendidikan jalur mandiri ini cenderung lebih mahal. Selain itu, ada biaya tambahan berupa biaya pendaftaran mulai dari Rp100.000-Rp500.000.

  • Kebijakan dan Sistem Ujian Berbeda-beda

Setiap kampus mempunyai kebijakan, peraturan, dan sistem ujian yang berbeda-beda. Ada yang penyelengaraannya mengikuti konsep UTBK, ada juga yang tidak. Kamu perlu mengetahui seperti apa sistem yang akan diterapkan di PTN yang akan kamu tuju.

  • Bisa Ikut Banyak Ujian Mandiri di Berbagai PTN

Karena jalur mandiri adalah jalur seleksi khusus masuk di setiap Perguruan Tinggi Negeri, jadi kamu bisa mengikuti berbagai ujian mandiri di berbagai PTN.

Jalur seleksi mandiri yang dikelola sendiri oleh setiap PTN, membuat jadwal tes yang diselenggarakan di setiap PTN bisa saja berbeda. Hal ini bisa kamu manfaatkan untuk mengikuti banyak seleksi mandiri.

Baca juga : Tips Memilih Bimbel PTN Terbaik Terpercaya

Bimbel Ujian Mandiri PTN di Bintang Pelajar

 

Bintang Pelajar adalah salah satu bimbel Ujian Mandiri PTN Jakarta dan bimbel Ujian Mandiri PTN Bogor terbaik, yang bisa kamu pilih untuk membantumu mengikuti seleksi mandiri di PTN impian.

Selain di Jakarta dan Bogor, Bintang Pelajar juga tersebar di beberapa kota seperti Bandung, Surabaya, Medan, Tangerang, dan kota-kota besar lainnya.

Keunggulan mengikuti bimbel ujian mandiri di Bintang Pelajar, yaitu kamu bisa mendapatkan akses banyak materi yang sudah pernah diujikan. Selain itu, kamu juga akan dibimbing oleh mentor berpengalaman dan ahli di bidangnya.

Pastikan kamu memilih lembaga bimbingan belajar yang terbaik dan terpercaya hanya di Bintang Pelajar.

Artikel Lainnya

Persiapkan dirimu untuk menjadi pejuang SNBT tahun ini! 🔥

X

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda yang artinya,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

HR. Bukhari, no. 1901

24 Ramadhan 1445 H

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.”

HR. Ahmad

29 Ramadhan 1445 H

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” 

HR. Ath Thoyalisi

28 Ramadhan 1445 H

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.”

HR. Muslim

27 Ramadhan 1445 H

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.

HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221

26 Ramadhan 1445 H

Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:

“Wahai seorang yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam perkara yang tidak bermanfaat; perbaikilah apa yang sudah berlalu pada malam lailatul qadar, karena beribadah satu malam padanya sama seperti (beribadah) seumur hidup.”

Lathaiful Ma’arif hal. 272

25 Ramadhan 1445 H

Do’a Lailatul Qadar

للَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).”

HR.Tirmizi dan yang lainnya

23 Ramadhan 1445 H

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو

“Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 362-363

22 Ramadhan 1445 H

Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan,

“Siapa yang menghadiri shalat berjamaah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 329

21 Ramadhan 1445 H