Macam-Macam Jurusan Kedokteran dan PTN Unggulannya di Indonesia
jurusan kedokteran

Bagikan :

Sebagai orang tua, mendampingi anak menuju pintu gerbang fakultas kedokteran adalah suatu kebanggaan dan tantangan tersendiri. Indonesia menyediakan berbagai macam jurusan kedokteran yang berkualitas, memungkinkan para calon dokter muda untuk mengejar impian mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas macam-macam jurusan kedokteran beserta universitas-universitas terkemuka di Indonesia yang menyelenggarakannya.

1. Fakultas Kedokteran (FK)

Fakultas Kedokteran adalah langkah awal menuju dunia kedokteran. Mahasiswa FK akan mempelajari dasar-dasar ilmu kedokteran, termasuk anatomi, fisiologi, dan bioetika. Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjajaran (UNPAD) adalah salah satu institusi terkemuka yang menawarkan program kedokteran dengan kurikulum yang komprehensif.

2. Fakultas Kedokteran Gigi (FKG)

Bagi mereka yang tertarik dalam perawatan oral dan kesehatan gigi, Fakultas Kedokteran Gigi adalah pilihan ideal. FKG biasanya memberikan pengetahuan mendalam tentang struktur gigi, penyakit gusi, dan teknik restorasi gigi. Universita Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Padjajaran (Unpad) memiliki reputasi yang baik dalam menawarkan program FKG yang unggul.

3. Fakultas Kedokteran Hewan (FKH)

Pilihan ini cocok bagi mereka yang memiliki minat dalam kedokteran hewan dan kesehatan ternak. FKH mencakup studi mengenai diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit pada hewan. Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) adalah dua institusi terkemuka yang memiliki program FKH yang diakui secara nasional.

4. Kedokteran Spesialis

Bagi calon dokter yang ingin mengambil spesialisasi tertentu, Fakultas Kedokteran di suatu univerisitas menyediakan beberapa prodi kedokteran spesialis. seperti mata, jantung, spesialis anak, spesialis bedah, kardiologi, atau onkologi. Universitas Indonesia (UI), UGM, Universitas Airlangga dan Universitas Hasanuddin memiliki banyak pilihan prodi kedokteran spesialis yang dikenal dengan keunggulan dalam pengajaran dan penelitian.

Baca juga : Tips Meningkatkan Performa Prestasi di Fakultas Kedokteran

5. Spesialis Kedokteran Olahraga (FKO)

Penting untuk menyadari bahwa kedokteran tidak hanya berkaitan dengan penyembuhan penyakit, tetapi juga kesehatan fisik dan olahraga. Spesialis Kedokteran Olahraga mencakup studi mengenai cedera olahraga, rehabilitasi, dan peningkatan kinerja atlet. Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB) menawarkan program spesialis olahraga yang memadukan kedokteran dan olahraga.

Untuk membantu Ananda on the track dalam meraih impian mereka, Bintang Pelajar menyediakan bimbingan belajar khusus untuk masuk ke fakultas kedokteran. Dengan pengajar yang tentunya bukan sembarangan dan kurikulum yang disesuaikan, Bintang Pelajar membantu siswa untuk menghadapi ujian masuk fakultas kedokteran. Jangan biarkan impian ananda terhenti di tengah jalan; percayakan pada Bintang Pelajar untuk membimbing mereka menuju seleksi masuk kedokteran di universitas impiannya.

Dengan begitu banyak pilihan jurusan kedokteran dan universitas yang menawarkannya, adalah penting bagi orang tua siswa kelas 12 untuk memberikan panduan yang tepat. Memahami minat dan potensi ananda, serta memilih fakultas yang sesuai, akan membantu mereka mengukir karir medis yang cemerlang.

 

Narahubung: 0822-2666-8651 (Andris)

Artikel Lainnya

Persiapkan dirimu untuk menjadi pejuang SNBT tahun ini! 🔥

X

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda yang artinya,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

HR. Bukhari, no. 1901

24 Ramadhan 1445 H

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.”

HR. Ahmad

29 Ramadhan 1445 H

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” 

HR. Ath Thoyalisi

28 Ramadhan 1445 H

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.”

HR. Muslim

27 Ramadhan 1445 H

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.

HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221

26 Ramadhan 1445 H

Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:

“Wahai seorang yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam perkara yang tidak bermanfaat; perbaikilah apa yang sudah berlalu pada malam lailatul qadar, karena beribadah satu malam padanya sama seperti (beribadah) seumur hidup.”

Lathaiful Ma’arif hal. 272

25 Ramadhan 1445 H

Do’a Lailatul Qadar

للَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).”

HR.Tirmizi dan yang lainnya

23 Ramadhan 1445 H

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو

“Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 362-363

22 Ramadhan 1445 H

Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan,

“Siapa yang menghadiri shalat berjamaah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 329

21 Ramadhan 1445 H