Panduan Memilih Bimbel Masuk MAN IC Online Atau Offline
bimbel masuk man ic

Bagikan :

MAN IC mungkin menjadi SMA impian yang ananda mau dan Ayah Bunda inginkan. Namun, untuk masuk ke sekolah unggulan, ananda harus lulus tes masuk dulu. Untuk dapat lulus tes ini, diperlukan persiapan yang matang. Salah satunya adalah mengikuti bimbel masuk man ic.

Saat ini, ada banyak pilihan jenis bimbel untuk persiapan masuk MAN IC yang bisa Ayah Bunda pilih untuk ananda. Salah satunya adalah pilihan kelasnya, yaitu online dan offline. Lalu, manakah yang harus dipilih? Berikut ini, kita akan berikan sedikit penjelasan tentang bimbel online dan offline.

Kelebihan dan Kekurangan Bimbel Online

Bimbel online MAN IC bisa menjadi solusi untuk beberapa kondisi. Berikut ini, beberapa kelebihan dari bimbel jenis ini:

1. Mudah diakses

tak perlu keluar rumah dan menuju ke lokasi bimbel. Ananda dapat mengikuti bimbel langsung dari rumah dengan menggunakan sambungan internet

2. Jadwal fleksibel

karena bisa diakses dari rumah, Ayah Bunda dapat menentukan jadwal sesuai dengan kegiatan ananda tercinta.

3. Lokasi Nyaman

belajar dapat dilakukan di lokasi paling nyaman, yaitu rumah. Ditambah lagi, dengan dukungan Ayah Bunda membuat ruangan lebih nyaman dan enak, ananda akan lebih semangat belajarnya.

4. Live Teaching

ada juga program live teaching yang memungkinkan ananda untuk berinteraksi langsung dengan tutor bimbel. Jadi, kalau ada pertanyaan, bisa langsung ditanyakan.

5. Akses ke Materi

ananda juga dapat mengakses materi, bila ingin belajar lebih lanjut lagi.

Kekurangannya mungkin terletak pada sisi fasilitas. Ayah Bunda harus menyediakan fasilitas yang memadai, termasuk internet berkecepatan tinggi. Tanpanya, maka proses bimbel akan berjalan tidak lancar

Kelebihan dan Kekurangan Bimbel Offline

Lalu, bagaimana dengan bimbel masuk man ic tipe offline? Berikut ini kelebihan dari bimbel langsung di dunia nyata ini.

1. Bertemu tutor langsung

ananda dapat langsung bertemu dengan pengajar sehingga bisa lebih leluasa dalam berinteraksi tanya-jawab jika ada yang ingin ditanyakan.

2. Jadwal terstruktur

belajar bimbel offline juga memberikan nuansa kelas dan sekolah. Jadi, ananda akan dapat lebih berkonsentrasi jika kelas tidak terlalu penuh dan menikmati waktu belajar.

3. Lebih berkonsentrasi

belajar di kelas bimbel secara langsung akan mengurangi hal-hal yang dapat memecah konsentrasi. Kalau dirumah, ada kalanya ananda tercinta akan pecah konsentrasinya karena hal atau kejadian disekitar rumah.

Sedangkan kekurangan bimbel offline mungkin terletak pada lokasi. Artinya, Ayah Bunda harus siap mengantarkan dan menjemput ananda ke lokasi bimbel man ic. Belum lagi, bila lokasi bimbel jauh dari rumah, maka itu juga akan menghabiskan waktu dan tenaga.

Bimbel Untuk Tes Masuk MAN IC

Untungnya, Bintang Pelajar, penyedia bimbel Islami untuk tes masuk MAN IC, juga menyediakan dua jenis kelas yang bisa didapat. Dua jenis kelas tersebut adalah kelas online dan offline. Kelas online menyediakan jadwal fleksibel, Live Teaching, dan akses ke LMS Bimbel Online BP. Kelas online Bintang Pelajar ini juga sudah dipercaya di 145 kota di 10 negara.

Sedangkan kelas offline menyediakan fasilitas memadai untuk belajar dan mempersiapkan tes masuk MAN IC. Lingkungan belajar yang kondusif dan Islami, juga menjadi alasan untuk memilih kelas ini. Jadi, ananda dapat belajar ilmu dan akhlak islami saat mengikuti kelas ini.

Jadi, Ayah Bunda pilih kelas mana untuk ananda tercinta? Keduanya bagus dan menguntungkan bila sesuai dengan kondisi. Jadi, jangan ragu lagi untuk memasukkan ananda ke bimbel masuk man ic bintang pelajar. Insyaa Allah, ananda akan terbantu dan memiliki peluang lebih besar untuk lolos.

Baca juga : 7 Alasan Pentingnya Ikut Bimbel MAN IC

Hubungi Kami

Untuk Informasi Bimbel Online Masuk MAN IC, ayah dan bunda bisa kunjungi website kami berikut: www.bintangpelajar.com atau hubungi Nomor Whatsapp : 0822-2666-8651

Artikel Lainnya

Persiapkan dirimu untuk menjadi pejuang SNBT tahun ini! 🔥

X

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda yang artinya,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

HR. Bukhari, no. 1901

24 Ramadhan 1445 H

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.”

HR. Ahmad

29 Ramadhan 1445 H

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” 

HR. Ath Thoyalisi

28 Ramadhan 1445 H

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.”

HR. Muslim

27 Ramadhan 1445 H

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.

HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221

26 Ramadhan 1445 H

Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:

“Wahai seorang yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam perkara yang tidak bermanfaat; perbaikilah apa yang sudah berlalu pada malam lailatul qadar, karena beribadah satu malam padanya sama seperti (beribadah) seumur hidup.”

Lathaiful Ma’arif hal. 272

25 Ramadhan 1445 H

Do’a Lailatul Qadar

للَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).”

HR.Tirmizi dan yang lainnya

23 Ramadhan 1445 H

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو

“Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 362-363

22 Ramadhan 1445 H

Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan,

“Siapa yang menghadiri shalat berjamaah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 329

21 Ramadhan 1445 H