Profil dan Tips Agar Bisa Masuk Labschool, Sekolah Favorit di Jakarta
labschool ciracas

Bagikan :

Jika Ayah Bunda sedang mencari salah satu sekolah terbaik untuk Anak tercinta, maka Labschool dapat menjadi salah satu pilihannya. Kendati bukan merupakan sekolah bertaraf internasional, tetapi sekolah ini sudah mengantongi akreditasi A sehingga tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.

Tidak hanya berlokasi di kawasan pusat kota saja, tetapi Labschool juga terdapat di kawasan Cibubur dan Cirendeu. Dengan hadirnya cabang tersebut, tentu akan memberikan kemudahan bagi Ayah Bunda yang ingin memasukkan anak ke sekolah tersebut.

Sebelum memutuskan buat mendaftarkan diri, maka terdapat sejumlah hal penting yang perlu diketahui terutama bagi para orang tua. Berikut ulasan lengkap mengenai Labschool dan tips agar bisa masuk yang insyaaAllah akan berguna untuk Ayah dan bunda.

Profil Sekilas Tentang Labschool

Kalau berbicara mengenai sekolah favorit di Jakarta, maka ada banyak pilihan yang bisa Ayah Bunda pilih termasuk Labschool satu ini. Ini merupakan sebuah sekolah swasta yang populer dan sudah berdiri sejak tahun 1968 silam. Bahkan keberadaannya sudah menghadirkan sejumlah alumni sangat populer bagi kalangan masyarakat Indonesia.

Sekolah ini menawarkan jenjang pendidikan mulai dari TK-SMA dan bernaung di bawah yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta. Pada awal berdirinya, sekolah tersebut ditujukan sebagai sekolah laboratorium IKIP Jakarta. Tidak heran kalau pada saat itu, sering digunakan buat praktik ajar, penelitian hingga inovasi pendidikan.

Hingga pada 1992 lalu, Yayasan Pembina IKIP Jakarta akhirnya membuka SMP dan SMA IKIP Jakarta di kawasan UNJ Rawamangun. Kemudian namanya berganti menjadi Labschool Jakarta pada tahun 1999 hingga sekarang. Setelah lebih dari 20 tahun berganti nama, sekolah inipun telah mempunyai beberapa cabang seperti di Jakarta, Kebayoran, Cibubur serta Cirendeu.

Sedangkan motto dari sekolah tersebut adalah mengedepankan Iman, Ilmu dan Amal. Tujuannya adalah untuk pembaruan pendidikan nasional sekaligus menyiapkan pemimpin masa depan dimana berlAyah dan bundaskan dengan ketakwaan sekaligus nilai-nilai luhur bangsa

Fasilitas yang dimiliki oleh sekolah Labschool juga terbilang sangat lengkap mulai dari lapangan futsal, lapangan rumput, hall serbaguna, kantin, masjid, aula, kapel, koperasi dan lainnya. Dengan adanya fasilitas lengkap itulah dapat menunjang aktivitas belajar bagi para siswa.

Tips Agar Bisa Masuk ke Labschool 

Karena menjadi salah satu sekolah favorit bagi banyak orang, tidak heran kalau mereka berlomba-lomba agar bisa masuk ke sekolah ini. Karena seleksinya cukup ketat, berikut beberapa tips yang bisa digunakan agar bisa masuk ke sekolah ini.

1. Pastikan Mempunyai Niat dan Tekad

Hal paling utama yang perlu anak Ayah Bunda lakukan agar bisa masuk ke Labschool adalah mempunyai niat dan tekad kuat terlebih dahulu. Sebab apabila tidak mempunyai niat, tentu akan membuat menyerah di awal begitu saja serta tidak punya motivasi.

2. Hindari Belajar Dengan Sistem Kebut Semalam

Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh pelajar Indonesia adalah belajar dengan sistem kebut semalam. Padahal cara tersebut tidak efektif dan hasilnya juga tidak maksimal. Oleh sebab itulah, sebaiknya anak Ayah Bunda bisa belajar jauh-jauh hari terlebih dahulu.

3. Cobalah Mengikuti Try Out 

Agar bisa mengukur kemampuan Ananda untuk tes masuk di sekolah favorit, maka cobalah melakukan tryout. Biasanya try out akan diadakan oleh lembaga bimbingan belajar seperti Bimbel Bintang Pelajar di Cinere ataupun instansi resmi. Semakin banyak mengikuti latihan soal, tentu akan lebih mudah bagi Anak ayah bunda agar memahaminya.

Baca juga : Kiat Mudah Memilih Bimbel Labschool

Menjadi salah satu sekolah favorit di kawasan Jakarta, tidak heran kalau banyak pelajar ingin bisa mengenyam pendidikan di sini. Jika Ayah Bunda ingin memasukkan buah hati di sekolah Labschool, jangan lupa ikuti bimbel dari bintangpelajar.com

 

Sumber Foto : Website Sekolah

Artikel Lainnya

Persiapkan dirimu untuk menjadi pejuang SNBT tahun ini! 🔥

X

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda yang artinya,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

HR. Bukhari, no. 1901

24 Ramadhan 1445 H

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.”

HR. Ahmad

29 Ramadhan 1445 H

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” 

HR. Ath Thoyalisi

28 Ramadhan 1445 H

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.”

HR. Muslim

27 Ramadhan 1445 H

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.

HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221

26 Ramadhan 1445 H

Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:

“Wahai seorang yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam perkara yang tidak bermanfaat; perbaikilah apa yang sudah berlalu pada malam lailatul qadar, karena beribadah satu malam padanya sama seperti (beribadah) seumur hidup.”

Lathaiful Ma’arif hal. 272

25 Ramadhan 1445 H

Do’a Lailatul Qadar

للَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).”

HR.Tirmizi dan yang lainnya

23 Ramadhan 1445 H

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو

“Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 362-363

22 Ramadhan 1445 H

Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan,

“Siapa yang menghadiri shalat berjamaah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 329

21 Ramadhan 1445 H