Perbedaan Kurikulum Cambridge dan Kurikulum Merdeka di SD
apa perbedaan kurikulum cambridge dan kurikulum merdeka

Ayah dan Bunda yang sedang mempertimbangkan sekolah untuk Ananda, pertanyaan ini semakin sering muncul: “Lebih baik sekolah Cambridge atau Kurikulum Merdeka?” Jawabannya tidak sesederhana lebih baik atau lebih buruk. Keduanya memiliki keunggulan yang berbeda dan cocok untuk profil anak yang berbeda.

Yang menarik: riset terbaru dari SD Islam Al-Azhar 63 Palu (Didaktika: Jurnal Kependidikan, Mei 2025) menemukan bahwa penggabungan kedua kurikulum justru menghasilkan peningkatan keterampilan belajar yang signifikan karena keduanya memiliki irisan kuat pada pembelajaran berbasis proyek dan pengembangan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creativity). Artinya, bukan soal memilih salah satu, tapi memahami perbedaannya agar Ayah Bunda bisa mendampingi Ananda dengan tepat.

๐Ÿ“Œ Update 2025/2026: Kurikulum Merdeka resmi ditetapkan sebagai kurikulum nasional tunggal melalui Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024, dengan tambahan pendekatan deep learning. Sekolah Cambridge tetap bisa beroperasi sebagai sekolah internasional atau sekolah nasional plus yang mengintegrasikan keduanya.

6 Perbedaan Utama yang Perlu Ayah Bunda Tahu

1. Bahasa Pengantar

Ini perbedaan paling mendasar dan paling terasa sejak hari pertama. Cambridge Primary menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama,ย bukan hanya mata pelajaran, tapi juga komunikasi di kelas, buku teks, dan penilaian. Kurikulum Merdeka menggunakan Bahasa Indonesia, dengan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan dalam muatan lokal.

Implikasinya: Ananda yang masuk Cambridge Primary dengan kemampuan Bahasa Inggris terbatas akan membutuhkan pendampingan intensif di awal, terutama untuk memahami instruksi belajar dan mengerjakan soal.

2. Struktur Mata Pelajaran

Kurikulum Merdeka mengharuskan semua siswa mempelajari mata pelajaran yang sama, termasuk muatan lokal seperti Bahasa Daerah. Semua siswa mendapat beban yang sama tanpa pengecualian.

Cambridge Primary menawarkan sekitar 10 mata pelajaran inti termasuk English, Mathematics, Science, dan Social Studies, dengan penekanan bahwa siswa boleh lebih mendalami bidang yang diminati. Tidak ada muatan lokal wajib, meski beberapa sekolah di Indonesia menambahkan Bahasa Indonesia dan nilai-nilai lokal secara mandiri.

3. Metode Pembelajaran

Keduanya kini sama-sama berbasis proyek dan mendorong berpikir kritis. Tapi ada nuansa berbeda: Kurikulum Merdeka lebih menekankan konteks lokal, nilai Pancasila, dan karakter nasional melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Cambridge lebih menekankan perspektif global, kemampuan analitis, dan standar akademik internasional.

Tinjauan komparatif oleh Gayatri et al. (Al-‘Adad: Jurnal Tadris Matematika, 2025) menemukan: fase primary Cambridge jauh lebih panjang dibanding fase primary Kurikulum Merdeka, dan materi Matematika Cambridge di jenjang advance sudah mencapai level analitis yang lebih tinggi dari konten serupa di kurikulum nasional.

4. Sistem Penilaian

Kurikulum Merdeka menggunakan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif dengan rapor berbasis capaian kompetensi. Tidak ada nilai angka mutlak, lebih ke deskripsi kemampuan.

Cambridge menggunakan paper test tertulis (Cambridge Primary Checkpoint) dengan standar internasional yang konsistenย  sehingga nilai Ananda bisa dibandingkan dengan siswa Cambridge di seluruh dunia. Penilaian juga mencakup tes lisan dan penugasan berbasis proyek.

5. Orientasi Lulusan

Kurikulum Merdeka mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke SMP negeri/swasta di Indonesia, termasuk jalur prestasi SPMB. Cambridge mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang Cambridge Lower Secondary, dan pada akhirnya berpotensi melanjutkan studi ke universitas luar negeri melalui A Level.

Tapi perlu digarisbawahi: lulusan Cambridge tetap bisa masuk PTN Indonesia melalui SNBT/SNBP. Namun, tetap membutuhkan persiapan tambahan karena pola soal UTBK berbeda dari standar Cambridge.

6. Biaya dan Aksesibilitas

Kurikulum Merdeka diterapkan di sekolah negeri yang umumnya gratis atau biaya minimal. Cambridge hanya tersedia di sekolah swasta internasional atau sekolah nasional plus, dengan biaya pendidikan yang jauh lebih tinggi. Ini faktor realistis yang tidak bisa diabaikan dalam keputusan Ayah Bunda.

Baca Juga: Fenomena Last Minute Rush: Mengapa Siswa Baru Serius Menjelang Ujian?

Mana yang Lebih Cocok untuk Ananda?

Tidak ada jawaban universal. Gunakan pertimbangan ini:

  • Cambridge lebih cocok jika: Ananda fasih atau cepat belajar bahasa Inggris, Ayah Bunda berencana melanjutkan ke luar negeri, dan anggaran tersedia
  • Kurikulum Merdeka lebih cocok jika: Ananda butuh penguatan identitas nasional dan karakter lokal, atau Ayah Bunda berencana masuk PTN Indonesia melalui SNBT/SNBP
  • Gabungan keduanya (tren 2025โ€“2026): Banyak sekolah Islam terpadu kini menggabungkan keduanya, yaitu Cambridge untuk standar akademis internasional, Kurikulum Merdeka untuk karakter dan muatan lokal. Ini opsi terbaik untuk Ananda yang ingin kompetitif secara global tanpa kehilangan akar lokal dan nilai Islami
โš ๏ธ Yang sering dilewatkan Ayah Bunda: Apapun kurikulumnya, anak SD yang baru masuk Cambridge akan menghadapi tantangan adaptasi yang nyata, terutama soal bahasa dan kecepatan belajar. Pendampingan di luar sekolah menjadi semakin krusial, bukan opsional.

Insyaallah, dengan memahami perbedaan ini secara jernih dan mendampingi Ananda dengan ikhtiar yang konsisten, apapun kurikulum yang dipilih bisa menjadi jalan terbaik untuk masa depan Ananda.

Ananda Belajar di Sekolah Cambridge? Perkuat dengan Program BP

Program Kelas Internasional Cambridge Bintang Pelajar dirancang untuk memastikan Ananda yang menempuh Cambridge Primary tidak tertinggal di materi akademik inti, dengan pendampingan terstruktur yang selaras dengan standar CAIE.

๐Ÿ‘‰ Lihat Program Cambridge BP

 

bimbingan belajar kurikulum cambridge

FAQ

โ“ Apakah anak lulusan SD Cambridge bisa masuk SMP negeri biasa?
Ya. Lulusan Cambridge Primary tetap bisa mendaftar ke SMP negeri melalui SPMB. Nilai Cambridge Primary Checkpoint bisa digunakan sebagai dokumen prestasi di jalur prestasi. Namun perlu persiapan karena standar soal TKA (Tes Kemampuan Akademik) untuk SPMB menggunakan Bahasa Indonesia dan mengikuti standar nasional.

โ“ Apakah Kurikulum Merdeka dan Cambridge bisa dijalankan bersamaan di satu sekolah?
Ya, dan ini semakin umum terjadi. Riset 2025 di SD Islam Al-Azhar 63 Palu menunjukkan hasil positif dari penggabungan keduanya. Cambridge digunakan untuk standar penilaian global, Kurikulum Merdeka untuk proses pembelajaran harian dan muatan lokal. Pendekatan ini populer di sekolah Islam terpadu premium.

โ“ Bahasa Inggris Ananda belum lancar, apakah tetap bisa masuk sekolah Cambridge?
Bisa, terutama di kelas awal (Cambridge Early Years). Tapi Ayah Bunda perlu realistis: tanpa fondasi Bahasa Inggris yang memadai, Ananda akan mengalami kesulitan yang cukup signifikan di Cambridge Primary, terutama dalam memahami materi Science dan Math yang disampaikan dalam Bahasa Inggris.

โ“ Apakah kualifikasi Cambridge diakui oleh universitas di Indonesia?
Ya, secara umum diakui. Beberapa PTN negeri memiliki jalur seleksi yang menerima kualifikasi IGCSE atau A Level. Namun untuk SNBT, Ananda tetap harus mengikuti UTBK dengan standar nasional. Disarankan mempersiapkan kedua jalur secara paralel untuk memaksimalkan peluang.

Referensi

  • Putri Salsabila, Arifuddin M. Arif, & Mastura Minabari (2025). Penerapan Kurikulum Gabungan Cambridge dan Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Keterampilan Belajar Peserta Didik di Sekolah Dasar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(2), 2289โ€“2298.
  • Gayatri, A.I., et al. (2025). Tinjauan Komparatif Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Cambridge pada Mata Pelajaran Matematika. Al-‘Adad: Jurnal Tadris Matematika, 4(2), 174โ€“188.
  • Cambridge Assessment International Education (CAIE) โ€” Cambridge Primary Curriculum Framework 2025/2026 (cambridgeinternational.org)
  • Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah โ€” Kemendikbud RI

Bagikan :