Bapak dan Ibu Guru serta Koordinator Kurikulum, hasil Rapor Pendidikan 2025 menyebutkan bahwa 35% siswa Indonesia belum mencapai kemampuan minimum literasi dan numerasi dari total lebih dari 64 juta peserta didik. Angka ini bukan hanya statistik nasional, ini berarti kemungkinan besar ada siswa dengan kondisi serupa di kelas Bapak dan Ibu hari ini.
Literasi dan numerasi dalam konteks AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) bukan hanya soal membaca dan berhitung dasar. Literasi berarti kemampuan memahami, menganalisis, dan mengevaluasi teks dari berbagai konteks. Numerasi berarti kemampuan menerapkan konsep matematika dalam situasi kehidupan nyata. Keduanya adalah kemampuan dasar yang menentukan seberapa efektif siswa bisa belajar apapun, tidak terbatas pada satu mata pelajaran.
Artikel ini menyajikan referensi kurasi yang bisa langsung digunakan: buku untuk memperkuat literasi dan numerasi, serta aktivitas konkret yang bisa diintegrasikan ke dalam pembelajaran reguler tanpa harus menambah jam khusus.
| 📖 Pengertian dalam konteks AKM 2026:
Literasi: kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan, dan menghubungkan berbagai jenis teks (narasi, eksposisi, deskripsi, dan multimodus seperti grafik dan infografis) dengan situasi kehidupan nyata. Numerasi: kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk memecahkan masalah sehari-hari dalam berbagai konteks yang relevan. |
Rekomendasi Buku untuk Penguatan Literasi
Pemilihan buku yang tepat adalah kunci: buku yang terlalu mudah tidak menantang, terlalu sulit membuat frustrasi. Berikut rekomendasi yang sudah dikurasi berdasarkan keterbacaan, relevansi usia, dan nilai literasi tinggi:
Untuk SMP (Kelas 7-9)
- Laskar Pelangi (Andrea Hirata): teks naratif kaya kosakata dengan latar belakang Indonesia yang familiar. Sangat baik untuk melatih identifikasi tema, penokohan, dan inferensi. Edisi khusus pelajar tersedia dengan panduan diskusi
- Bumi (Tere Liye): fiksi ilmiah Indonesia yang menantang imajinasi. Melatih prediksi, pemahaman alur kompleks, dan analisis karakter. Seri ini punya 10 jilid sehingga cocok untuk program membaca berjenjang
- Negeri 5 Menara (Ahmad Fuadi): sangat relevan untuk sekolah Islam karena berlatar pesantren. Melatih inferensi budaya, pemahaman nilai, dan koneksi teks dengan pengalaman pembaca. Bahasa campuran Indonesia-Arab-Inggris menambah kekayaan literasi
- Sains Sekitar Kita (National Geographic Kids, adaptasi Indonesia): teks nonfiksi dengan infografis kaya. Melatih literasi multimodus, membaca grafik, dan memahami teks informatif persis pola soal AKM
- Rembulan Tenggelam di Wajahmu (Tere Liye): melatih pemahaman teks naratif non-linear, inferensi mendalam, dan refleksi nilai. Tingkat kesulitan lebih tinggi, cocok untuk kelas 9 yang sudah kuat
Untuk SMA (Kelas 10-12)
- Sapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia (Yuval Noah Harari, terjemahan Indonesia): teks eksposisi argumentatif bertingkat tinggi. Melatih membaca kritis, evaluasi argumen, dan sintesis informasi kompleks merupakan kemampuan yang sangat diuji di literasi UTBK
- Buku Saku Matematika Kontekstual untuk AKM (Kemendikbud/Pusmendik): buku resmi Kemendikbud yang secara langsung memetakan kemampuan numerasi ke konteks kehidupan nyata. Tersedia gratis di situs Pusmendik
- Thinking, Fast and Slow (Daniel Kahneman, terjemahan): untuk siswa kelas 11-12 yang sudah kuat. Melatih literasi argumentasi dan berpikir kritis terhadap bias kognitif. Sangat relevan untuk TPS UTBK yang juga menguji penalaran
- Perjalanan ke Sorga (Hamka, Buya Hamka): teks sastra Islam klasik yang melatih literasi budaya, kosakata, dan pemahaman konteks sejarah. Cocok untuk sekolah Islam yang ingin mengintegrasikan literasi dengan nilai keagamaan
- Koran dan Majalah Tempo/Kompas: bukan buku, tapi sangat efektif sebagai sumber teks nonfiksi kontemporer. Membaca satu artikel per hari dan mendiskusikannya 10 menit di kelas lebih efektif dari membaca satu buku penuh dalam sebulan untuk penguatan literasi kritis
Aktivitas Penguatan Literasi yang Bisa Diintegrasikan ke Kelas
1. Membaca Nyaring Bergilir (Read Aloud): 10 Menit per Pertemuan
Guru membaca nyaring teks pendek yang dipilih secara terencana di awal setiap pelajaran, lalu mengajukan 2-3 pertanyaan inferensial. Riset menunjukkan membaca nyaring oleh guru secara konsisten meningkatkan kosakata dan kemampuan memahami teks lebih cepat dari metode baca mandiri diam. Tidak memerlukan waktu tambahan, cukup 10 menit dari alokasi yang sudah ada.
2. Jurnal Membaca Mingguan
Setiap siswa memiliki jurnal membaca sederhana (bisa buku tulis biasa) yang diisi setiap minggu: judul yang dibaca, satu hal yang dipelajari, dan satu pertanyaan yang muncul setelah membaca. Jurnal ini tidak dinilai secara ketat, tapi direspons oleh guru dengan komentar singkat. Ini membangun kebiasaan refleksi membaca yang jauh lebih penting dari sekadar menambah jumlah buku yang dibaca.
3. Infografis Analysis: Latihan Literasi Multimodus
Tampilkan satu infografis (dari BPS, WHO, atau media nasional) di depan kelas seminggu sekali. Minta siswa menjawab pertanyaan: apa yang ditunjukkan data ini? Apa yang tidak ditunjukkan? Apakah kesimpulannya wajar? Ini adalah latihan langsung untuk soal AKM tipe grafik dan tabel yang sering membuat siswa kesulitan.
Rekomendasi untuk Penguatan Numerasi
Buku Numerasi Kontekstual
- Matematika Kontekstual untuk AKM SMP/SMA (Pusmendik Kemendikbud): gratis diunduh dari situs Pusmendik. Berisi soal-soal numerasi berbasis situasi nyata yang persis dengan pola AKM dan UTBK
- Buku Pintar Matematika Sehari-hari (berbagai penulis Indonesia): mengintegrasikan konsep matematika dalam situasi belanja, perjalanan, dan keuangan personal. Sangat efektif untuk siswa yang merasa matematika tidak relevan dengan kehidupan nyata
- How to Lie with Statistics (Darrell Huff, terjemahan): untuk SMA. Melatih kemampuan membaca data secara kritis dan tidak mudah dimanipulasi oleh statistik yang disajikan menyesatkan. Relevan untuk era informasi saat ini
Aktivitas Numerasi Lintas Mata Pelajaran
- Data Diri Kelas – Statistika Nyata: survei sederhana ke seluruh siswa (tinggi badan, jarak rumah ke sekolah, jam tidur), hitung mean/median/modus, buat grafik, dan interpretasikan hasilnya. Numerasi berbasis data nyata milik siswa sendiri jauh lebih engaging dari soal buku teks
- Anggaran Mini Proyek Kelas: berikan tim siswa anggaran fiktif untuk merencanakan satu kegiatan kelas, buat rincian biaya, perbandingan harga, dan presentasikan keputusan finansial mereka. Melatih numerasi dalam konteks keuangan yang sangat relevan dengan kehidupan nyata
- Teka-Teki Numerasi Harian: satu soal numerasi kontekstual di papan tulis setiap pagi — bukan soal rumus, tapi soal situasi (misalnya: ‘Jika bensin harga Rp10.000/liter dan jarak 45 km dengan konsumsi 18 km/liter, berapa biaya perjalanan? Lebih murah naik ojek online Rp35.000?’). Diskusikan jawabannya 5 menit sebelum pelajaran dimulai
Baca juga Peran TKA dalam Seleksi Masuk PTN 2026
| 💡 Prinsip terpenting dari semua rekomendasi ini: konsistensi kecil jauh lebih efektif dari intensitas sesekali. Membaca 15 menit setiap hari selama setahun menghasilkan peningkatan literasi yang jauh lebih signifikan dari membaca intensif selama 2 minggu menjelang ujian. Hal yang sama berlaku untuk numerasi. |
Insyaallah, dengan program literasi dan numerasi yang konsisten dan terintegrasi dalam pembelajaran reguler, sekolah tidak hanya menyiapkan siswa untuk AKM atau UTBK, tapi membekali mereka dengan kemampuan dasar yang akan terus berguna sepanjang hidup: kemampuan memahami dunia melalui teks dan angka.
FAQ
❓ Apa perbedaan literasi dalam AKM dengan pelajaran Bahasa Indonesia?
Literasi AKM lebih luas dari pelajaran Bahasa Indonesia. AKM menguji kemampuan membaca dan memahami berbagai jenis teks dari semua konteks, bukan hanya teks sastra atau tata bahasa. Ini mencakup teks informatif, grafik, infografis, dan tabel dari konteks sains, sosial, ekonomi, dan budaya. Siswa yang baik di pelajaran Bahasa Indonesia belum tentu baik di literasi AKM jika tidak terbiasa dengan teks nonfiksi dan multimodus.
❓ Apakah ada platform digital gratis untuk latihan literasi dan numerasi siswa?
Ya. Pusmendik Kemendikbud menyediakan platform AKM Kelas yang bisa diakses gratis di pusmenjar.kemdikbud.go.id. Platform ini berisi soal-soal latihan AKM yang terstandar dan bisa digunakan langsung di sekolah. Selain itu, Merdeka Mengajar (aplikasi Kemendikbud) juga menyediakan konten literasi dan numerasi yang bisa diakses guru untuk diintegrasikan ke pembelajaran.
❓ Bagaimana mengintegrasikan penguatan literasi dan numerasi tanpa menambah beban kurikulum?
Kuncinya adalah integrasi, bukan penambahan. Guru Matematika bisa menambahkan konteks cerita nyata pada soal rutin. Guru IPS bisa meminta siswa menganalisis grafik berita ekonomi. Guru Bahasa Indonesia bisa memilih teks nonfiksi informasi sebagai bacaan kelas. Guru Biologi bisa menyisipkan interpretasi grafik data penelitian. Tidak ada jam tambahan — hanya cara mengajar yang sedikit berbeda dengan orientasi yang lebih eksplisit ke kemampuan literasi dan numerasi.
❓ Buku mana yang paling direkomendasikan untuk siswa SMA yang nilai literasinya rendah?
Untuk siswa SMA dengan literasi rendah, mulai dengan teks yang relevan dan pendek dulu, bukan langsung buku tebal. Koran digital, artikel majalah populer seperti National Geographic Indonesia, atau buku cerita pendek (kumpulan cerpen) adalah titik awal yang lebih realistis. Setelah kebiasaan membaca terbentuk, tingkatkan secara bertahap ke teks yang lebih panjang dan kompleks. Memaksakan buku berat pada pembaca lemah justru menguatkan asosiasi negatif dengan membaca.
Referensi
- Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmendik) Kemendikbud RI — Framework AKM dan Materi Literasi-Numerasi 2026 (pusmenjar.kemdikbud.go.id)
- Kemendikdasmen RI — Rapor Pendidikan 2025: Data Nasional Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa (kemdikbud.go.id)
- PISA 2022 Indonesia Report — OECD: Posisi dan Tren Literasi-Numerasi Siswa Indonesia dalam Konteks Global (oecd.org)
- Cunningham, A.E. & Stanovich, K.E. (1998). What Reading Does for the Mind. American Educator, 22(1-2), 8-15. — riset klasik tentang efek membaca terhadap kosakata dan kemampuan kognitif
- Badan Bahasa Kemendikbud RI — Program Literasi Nasional: Gerakan Literasi Sekolah 2026 (badanbahasa.kemdikbud.go.id)








