Pernahkah Ayah Bunda merasa bangga ketika ananda mendapat nilai sempurna dalam ulangan matematika, tetapi saat besok ditanya kembali materi tersebut, mereka tidak bisa menjawab dan lupa?
Fenomena ini bukan lagi hal baru yang terjadi pada Ananda. Dalam hal ini memang ada gejala yang mirip dengan โSKSโ alias Sistem Kebut Semalam, di mana ini mengandalkan hafalan jangka pendek. Pada saat itu, Ananda mungkin sukses menjawab soal di atas kertas, tetapi gagal memahami materi yang sedang dia kerjakan.ย
Keresahan inilah yang menjadi latar belakang munculnya pendekatan deep learning dalam sistem pendidikan nasional. Deep Learning umumnya sering digunakan dalam ranah Artificial Intelligence. Namun, dalam konteks ilmu pengajaran, Deep Learning adalah sebuah pendekatan pembelajaran di mana siswa didorong untuk tidak hanya menerima informasi mentah, tetapi juga mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri melalui pengalaman yang bermakna.ย
Deep Learning mendorong siswa untuk lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran. Siswa dituntut untuk bisa menyelami dan menggali topik yang sedang dipelajari, sehingga ia tidak berhenti mencari ilmu pengetahuan berdasarkan permukaannya saja. Dengan menggunakan pendekatan ini, anak tidak hanya akan lebih paham tetapi juga bisa memaknai, memiliki dan menikmati proses pembelajarannya.ย
Hal ini juga dijelaskan oleh Abdul Muโti bahwa Deep Learning tidak akan menggantikan kurikulum yang ada, melainkan menjadi pendekatan baru untuk memperkuat kualitas belajar di tahun 2026 melainkan membuat pendekatan metode belajar baru yang akan fokus pada 3 hal berikut:ย
1. Meaningful Learning
Teori ini dicetuskan oleh David Ausubel yang menjelaskan peran guru di sekolah adalah untuk membantu siswa mengaitkan konsep baru yang akan diajarkan dengan konsep yang sudah mereka pahami sebelumnya. Materi pelajaran tersebut haruslah bermakna bagi kehidupan siswa, sehingga mereka tidak akan merasa sia-sia dalam mempelajari materi tersebut. Contohnya, sebelum memperkenalkan penjumlahan, hal pertama yang dipelajari adalah dengan penjumlahan benda-benda sekitar. Cara ini sudah mulai diterapkan sejak tingkat dasar di Kurikulum Merdeka.ย
2. Mindful Learningย
Teori ini menjelaskan kalau seorang guru harus memahami bahwa setiap siswa itu unik. Sehingga pendekatan ini dapat membantu guru untuk lebih menghargai perbedaan kemampuan dan kebutuhan anak. Melalui Mindful Learning, siswa akan diajak untuk senantiasa sadar akan proses pembelajaran yang sedang ia jalani. Kesadaran ini juga memiliki tingkatan dari: kesadaran sudah paham dan menguasai; kesadaran akan hal yang belum ia pahami; kesadaran pentingnya pemahaman dan penguasaan kompetensi dari apa yang sedang ia miliki; kesadaran alur proses pembelajaran yang sedang ia jalani demi tercapainya pemahaman atau kompetensi yang ingin ia capai; kesadaran akan kemajuan pemahaman atau kompetensi setelah merefleksikan pelajaran; dan kesadaran akan hal yang masih bisa dieksplorasi.ย
Kesadaran ini sangat penting untuk membangun rasa ingin tahu dan kemandirian anak untuk mencari tahu lebih banyak mengenai materi yang akan dipelajari selanjutnya.ย
3. Joyful Learning
Bagian ini menjelaskan bahwa pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa dapat menikmati proses pembelajaran. pendekatan pembelajaran ini bisa dilakukan dengan banyak cara. Contohnya karena anak-anak suka bermain ponsel, maka sebagai pengajar kita bisa menggunakan pendekatan melalui game atau aplikasi interaktif lainnya yang membuat siswa lebih antusias dalam belajar.ย
Hal ini sangat bagus karena proses belajar harus memantik rasa ingin tahu dan kegembiraan, bukan karena takut tetapi tekanan. Berbeda dengan Surface Learning, yang hanya menargetkan siswa untuk tahu. Deep Learning lebih mengajak siswa untuk lebih paham, menganalisis dan mencipta.ย
Di era digital saat ini, kemampuan menghafal fakta menjadi kurang bernilai. Alasannya bukan karena kalah cepat, tetapi Google dan AI yang terintegrasi bisa menyajikan data dalam hitungan detik. Walaupun seorang mesin tidak dapat melakukan berpikir dengan kritis, empati dan kreatif.ย
Baca juga: Kesalahan Umum Orang Tua Saat Membantu Anak Memilih Jurusan Kuliah
Relevansi Deep Learning dengan Arah Pendidikan Indonesia 2026
Melansir dari pernyataan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Deep Learning yang diusulkan oleh Abdul Muโti ini tidak dimaksudkan untuk mengganti Kurikulum Merdeka. Sehingga Deep Learning tidak bisa dikatakan sebagai kurikulum baru, melainkan pendekatan yang menitikberatkan pada pemahaman konsep dan eksplorasi mendalam.ย
Namun, apabila pendekatan Deep Learning berhasil, maka itu dapat mempengaruhi penyusunan kurikulum Indonesia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa.ย
Perubahan ini tentu membawa tantangan tersendiri, terutama bagi orang yang terbiasa dengan pola pikir lama. Dengan pendekatan ini progres yang dimiliki anak tidak selalu terlihat dari banyaknya buku yang selesai dia habiskan. Maka di sinilah peran lembaga pendidikan non formal atau bimbingan belajar sangat vital sebagai mitra sekolah. Bimbingan belajar dapat membantu untuk siswa untuk membedah konsep, bukan melakukan drilling soal.ย
Transisi menuju metode Deep Learning di era kurikulum 2026 adalah langkah maju untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, perubahan ini tentunya tidak akan mudah, terutama untuk para orang tua yang telah mempelajari hal lebih sulit ketika seusia anaknya. Namun, Deep Learning adalah cara yang tepat agar anak tidak mendapatkan nilai sempurna, tetapi juga memahami konsep hingga praktik nyata di lapangan.ย
Ingin siap menghadapi era kurikulum 2026? Pilih program belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan ikhtiarmu di Bintang Pelajar.
Referensi:ย [1]







