Disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu โanhu secara marfuโ,
ููููู ุฃูู ูุฑู ุฐูู ุจูุงูู ูุงู ููุจูุฏูุฃู ููููู ุจูุฐูููุฑู ุงูููู ุฃูููุทูุนู
โSemua urusan penting yang tidak diawali dengan dzikrullah maka itu terputus (keberkahannya).โ
(HR. Daruquthni 896)
Makna dzikrullah dalam hadis di atas bisa basmalah, hamdalah maupun dzikir lainnya. Hanya saja, hadis ini dinilai dhaif oleh sebagian ulama, seperti Syaikh al-Albani (al-Irwa, 1/30).
Terkait membaca basmalah, sebagian ulama menyebutkan bahwa bacaan ini memiliki 5 hukum: wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram.
Abu Bakr Ad-Dimyathi dalam Hasyiyah-nya untuk Iโanatul Thalibin โ kitab Syafiโiyah โ mengatakan,
ุงูุจุณู ูุฉ ู ุทููุจุฉ ูู ูู ุฃู ุฑ ุฐู ุจุงู ุฃู ุญุงู ููุชู ุจู ุดุฑุนุง ุจุญูุซ ูุง ูููู ู ุญุฑู ุง ูุฐุงุชู ููุง ู ูุฑููุง ูุฐููุ ููุง ู ู ุณูุงุณู ุงูุฃู ูุฑ ุฃู ู ุญูุฑุงุชูุง
Basmalah diperintahkan untuk semua urusan yang penting, artinya keadaan yang diperhatikan syariat, dimana bukan termasuk perbuatan yang asalnya haram atau makruh. Demikian pula tidak dilakukan untuk perbuatan yang remeh.
Kemudian beliau melanjutkan,
ูุชุญุฑู ุนูู ุงูู ุญุฑู ูุฐุงุชู ูุงูุฒูุงุ ูุง ูุนุงุฑุถ ูุงููุถูุก ุจู ุงุก ู ุบุตูุจ. ูุชูุฑู ุนูู ุงูู ูุฑูู ูุฐุงุชู ูุงููุธุฑ ููุฑุฌ ุฒูุฌุชูุ ูุง ูุนุงุฑุถ ูุฃูู ุงูุจุตู.
ููุง ุชุทูุจ ุนูู ุณูุงุณู ุงูุฃู ูุฑุ ูููุณ ุฒุจูุ ุตููุง ูุงุณู ู ุชุนุงูู ุนู ุงูุชุฑุงูู ุจุงูู ุญูุฑุงุช. ูุงูุญุงุตู ุฃููุง ุชุนุชุฑููุง ุงูุฃุญูุงู ุงูุฎู ุณุฉKarena itu, membaca basmalah hukumnya haram untuk perbuatan yang asalnya haram, seperti berzina. Namun tidak terlarang untuk perbuatan haram yang sebab tertentu, seperti wudhu dengan air hasil ghasab. Dan membaca basmalah hukumnya makruh untuk perbuatan yang asalnya makruh, seperti melihat kemaluan istri. Namun tidak makruh untuk perbuatan makruh yang sebab tertentu, seperti makan bawang.
Juga tidak dianjurkan untuk perbuatan yang remeh, seperti ketika menyapu sampah. Tidak dianjurkan dalam rangka menjaga nama Allah Taโala agar tidak membersamai sesuatu yang remeh. Kesimpulannya, bacaan basamalah ada 5 hukum syarโi.
Selanjutnya Imam Abu Bakr Ad-Dimyathi menyebutkan beberapa contoh 5 hukum basmalah,
1. Basmalah yang wajib
Seperti basmalah ketika shalat menurut mayoritas Syafiiyah.
2. Basmalah yang disunahkan
(a) Dianjurkan untuk masing-masing individu, seperti basmalah sebelum wudhu atau mandi besar.
(b) Dianjurkan untuk kelompok (sunah kifayah), seperti basmalah ketika makan berjamaah atau ketika suami istri hendak melakukan hubungan, cukup salah satu yang membaca basmalah.
3. Basmalah yang mubah
Seperti basmalah untuk perbuatan mubah, misalnya memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain.
4. Basmalah yang makruh
Misalnya basmalah ketika hendak melakukan perbuatan yang asalnya makruh.
5. Basmalah yang haram
Misalnya basmalah ketika hendak melakukan perbuatan yang asalnya haram.
(Hasyiyah Iโanatul Thalibin, 1/9).
As-Suyuthi menjelaskan mengapa basmalah dalam perkara haram hukumnya dilarang.
ูุฃู ุงูุบุฑุถ ู ู ุงูุจุณู ูุฉ ุงูุชุจุฑู ูู ุงููุนู ุงูู ุดุชู ู ุนูููุ ูุงูุญุฑุงู ูุง ูุฑุงุฏ ูุซุฑุชู ูุจุฑูุชู ููุฐูู ุงูู ูุฑูู
Karena tujuan membaca basmalah adalah ngalap berkah terhadap perbuatan yang dibacakan basmalah. Sementara perbuatan yang haram, tidak boleh diperbanyak jumlahnya atau dicari keberkahannya. Demikian pula hal yang makruh.
Demikian.
Allahu aโlam.
Disusun oleh :ย Divisi Pembinaan Akhlak Pegawai dan Pelangganย (PAP2)ย Bintang Pelajar
Baca juga :ย Doa Nabi Yunus : Doa Mustajab untuk Kesulitan dan Kegelisahan



