5 Tips Maksimalkan Efek Bimbel Agar Lebih Lancar Masuk PTN
ptn

Bagikan :

Penggunaan bimbel adalah persiapan paling optimal untuk ananda mendaftar masuk PTN. Sayangnya, banyak pihak masih meremehkan perihal proses belajar ini. Bimbel memang bagus, tapi hal ini perlu lebih banyak dukungan lain

Lancar masuk perguruan tinggi negeri perlu usaha lebih dan tidak sekedar daftar bimbel masuk PTN. Agar Ayah dan Bunda sekalian dapat membantu si kakak dengan lebih baik, ikuti tips – tips berikut ini!

Konsultasi dengan Guru Seputar Performa Akademik Anak

Tips pertama ini berhubungan sebaik apa Ayah dan Bunda sekalian memperhatikan perkembangan performa anak. Performa anak ini dapat ditanyakan dari guru sekolah dan juga pengajar di bimbel.

Tanyakan apakah si anak menunjukan peningkatan yang positif. Jika tidak menunjukan peningkatan atau bahkan mengalami penurunan, pastikan diskusi lebih lanjut dengan guru seputar solusinya.

Menggunakan perspektif pengajar sekolah dan bimbel, Ayah dan Bunda sekalian dapat membantu mendukung potensi anak. Persiapan masuk perguruan tinggi harus dilakukan dari banyak perspektif. Hanya menggantungkan sekolah dan bimbel terkadang tidak cukup tanpa peran aktif orang tua.

Memberi Fasilitas dan Kebebasan Pendukung Bagi Anak

Ayah dan Bunda tidak boleh lepas tangan setelah mendaftarkan anak pada bimbel persiapan masuk PTN tertentu. Pastikan beri dukungan lebih dari segi fasilitas dan layanan pendukung juga.

Contoh saja komputer untuk kebutuhan bimbel online, transportasi ke bimbel dan berbagai hal lainnya.Fasilitas istirahat dan aspek liburan juga dapat membantu si anak.

Selama seimbang dengan usaha yang telah ditunjukan anak dalam belajar, waktu istirahat ini juga penting. Misal dengan memberi izin anak bermain dengan teman mereka ataupun mendalami hobi mereka.

Baca juga : Bimbel Masuk PTN: 8 Tips Masuk PTN Incaran

Interaktif Seputar Pengalaman Di Bimbel dan Sekolah

Sepulang bimbel dan sekolah, coba tanyakan dengan si anak pengalaman mereka hari itu. Ayah dan Bunda harus selalu perhatian dengan berbagai aspek belajar anak selama persiapan PTN. Jadi, pengalaman mereka di waktu belajar penting didengar.

Apakah mereka bermasalah mengikuti ajaran guru tertentu? Apakah ada kejadian tidak mengenakan dengan teman saat belajar di kelas? Bagaimana situasi belajar hari itu, apakah kondusif? Apa materi yang diajarkan dan berhasil diserap anak? Coba lebih komunikatif agar lebih mampu memahami kesiapan anak dalam belajar masuk ke perguruan tinggi pilihan.

Perhatikan Kondisi Mental dan Motivasi Anak

Dalam persiapan masuk PTN, kondisi belajar anak akan sangat padat. Belajar dari bimbel, sekolah dan secara mandiri dapat berpengaruh pada mental mereka. Aspek ini terkadang memunculkan rasa jenuh dan bahkan menurunkan motivasi belajar.

Di kasus lain, si anak dapat mudah merasa panik dan stress karena kemampuan mereka tidak sesuai standar masuk perguruan tinggi.

Saat melihat kondisi mental dan motivasi anak yang bermasalah ini, Ayah dan Bunda wajib melakukan pendekatan yang lebih baik. Coba ajak diskusi si anak dan pastikan mereka mendapatkan dukungan mental.

Terkadang kata – kata dari orang tua sudah cukup mengarahkan mental si anak agar lebih maju. Sesi doa bersama demi kesuksesan si anak bisa menjadi hal special juga hadapi masalah ini.

Carikan Suplemen Latihan Soal Lebih Banyak Untuk Belajar di Rumah

Latihan soal dan simulasi dari sekolah dan bimbel terkadang tidak cukup. Ayah dan Bunda sekalian harus bantu mencarikan sumber soal lebih banyak untuk membantu si anak latihan lebih sering.

Bantu si anak melakukan simulasi di rumah dengan memberi batasan waktu dan melakukan evaluasi setelah mengerjakan soal latihan tes tersebut. Semakin sering melakukannya, makin siap si anak hadapi test dari perguruan tinggi.

Semoga informasi tips ini dapat digunakan Ayah dan Bunda sekalian demi mendukung kelancaran anak masuk PTN. Insyaallah masuk tempat pilihan dengan doa dan usaha lebih. Dukungan antara sekolah, bimbel dan Ayah serta Bunda sekalian juga penting. Semoga semuanya dilancarkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Untuk informasi pendaftaran dan detailnya, anda bisa hubungi nomor di 0822-2666-8651. Persiapkan dirimu untuk masuk perguruan tinggi negeri bersama bimbel Bintang Pelajar.

Artikel Lainnya

Persiapkan dirimu untuk menjadi pejuang SNBT tahun ini! 🔥

X

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda yang artinya,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

HR. Bukhari, no. 1901

24 Ramadhan 1445 H

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.”

HR. Ahmad

29 Ramadhan 1445 H

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” 

HR. Ath Thoyalisi

28 Ramadhan 1445 H

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.”

HR. Muslim

27 Ramadhan 1445 H

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.

HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221

26 Ramadhan 1445 H

Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:

“Wahai seorang yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam perkara yang tidak bermanfaat; perbaikilah apa yang sudah berlalu pada malam lailatul qadar, karena beribadah satu malam padanya sama seperti (beribadah) seumur hidup.”

Lathaiful Ma’arif hal. 272

25 Ramadhan 1445 H

Do’a Lailatul Qadar

للَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).”

HR.Tirmizi dan yang lainnya

23 Ramadhan 1445 H

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو

“Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 362-363

22 Ramadhan 1445 H

Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan,

“Siapa yang menghadiri shalat berjamaah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 329

21 Ramadhan 1445 H