Bimbel SNBT: Tak Hanya Populer, 5 Jurusan Ini Prospeknya Menjanjikan
snbt

Bagikan :

Sudah punya jurusan pilihan untuk SNBT mendatang? Selain ikut bimbel SNBT, kamu juga harus mengenali minat dan bakatmu agar lebih mudah memilih jurusan.  Dalam memilih jurusan kuliah ada banyak faktor yang dijadikan pertimbangan. Salah satunya adalah prospek setelah lulus nanti. Apakah setelah lulus nanti banyak pekerjaan yang membutuhkan keahlian tersebut atau tidak. Berikut ini beberapa jurusan dengan prospek menjanjikan yang dapat kamu jadikan pertimbangan:

1. Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, lulusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan mempunyai prospek menjanjikan. Meskipun departemen ini masih cukup baru di Indonesia, tetapi banyak juga calon mahasiswa yang meminatinya.

Sebagai gambaran, jurusan ini mempelajari beberapa gabungan ilmu seperti komputer, elektronika, hingga sistem mekanika. Mahasiswa Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan akan mempelajari tentang sains dasar, teknologi mekatronik, sistem embedded, matematika, fisika, sistem kontrol dan otomatis, desain aplikasi robotika dan kecerdasan buatan, hingga metodologi penelitian.

2. Jurusan Ilmu Komunikasi

Apakah kamu salah satu yang ikut bimbel masuk PTN dengan minat di jurusan Ilmu Komunikasi? Jurusan ini tidak hanya mengasyikkan, tetapi juga mempunyai prospek yang menjanjikan, lho. Ada beberapa peminatan dalam jurusan Ilmu Komunikasi, seperti Jurnalistik, Advertising, Public Relation, Manajemen Komunikasi, Broadcasting, dan Marketing Communication.

3. Jurusan Teknik Informatika

Di zaman yang serba digital, tenaga kerja di bidang IT pun makin banyak diminati perusahaan. Tak mengherankan bila Teknik Informatika jadi salah satu jurusan favorit. Lulusan jurusan Teknik Informatika bisa bekerja sebagai programmer di perusahaan.

Alumni jurusan ini juga bisa berkarir sebagai Konsultan IT, Data Scientist, Teknisi Rekam Medis, Robot Engineer, Game Developer, Insinyur Aplikasi, hingga Dosen. Pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan di jurusan ini adalah keterampilan rekayasa informatika, kemampuan problem solving, kemampuan melakukan analisis, dan lain sebagainya.

4. Jurusan Kedokteran

Jurusan yang satu ini tak perlu ditanya lagi popularitasnya. Banyak siswa SMA yang ikut bimbel SNBT untuk masuk jurusan ini. Walaupun waktu tempuh pendidikannya cukup lama, tetapi prospek jurusan kedokteran sangat menjanjikan.

Setelah lulus Pendidikan Dokter, kamu bisa bekerja di puskesmas, klinik kesehatan, rumah sakit, ataupun membuka praktek pribadi. Tak hanya bekerja di dunia klinis, lulusan kedokteran juga bisa berkarir di Kementerian Kesehatan, Badan Narkotika Nasional, Badan SAR Nasional, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan lain sebagainya.

Baca juga : Macam-Macam Jurusan Kedokteran dan PTN Unggulannya di Indonesia

5. Jurusan Desain

Jurusan Desain ternyata juga mempunyai prospek yang menjanjikan, lho. Kalau kamu tertarik dengan bidang ini, ada beberapa jenis jurusan desain yang bisa kamu pilih, yaitu Desain Grafis, Desain Teknologi Games, Desain Interior dan Eksterior, Arsitek, Fashion Design, dan Desain Produk,

Pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan pada jurusan ini adalah kemampuan komunikasi verbal, visual, dan tekstual. Selain itu, diperlukan kemampuan melakukan analisis, problem solving, kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif, ketelitian, tekun, dan detil. Setelah lulus, mahasiswa jurusan ini dapat berkarier sebagai UI/UX Designer, Illustrator, Web Designer, Graphic Designer, Animator, dan masih banyak lagi.

Walaupun kelima jurusan ini mempunyai prospek yang menjanjikan, tapi kamu harus menyesuaikan pilihan dengan minat dan bakatmu. Supaya lebih siap menghadapi seleksi perguruan tinggi, kamu perlu ikut bimbel SNBT. Dengan bantuan guru yang profesional dari Bintang Pelajar, Insyaa Allah kamu bisa menjadi lebih siap untuk menjawab soal-soal SNBT saat proses seleksi masuk PTN.

Artikel Lainnya

Persiapkan dirimu untuk menjadi pejuang SNBT tahun ini! 🔥

X

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda yang artinya,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

HR. Bukhari, no. 1901

24 Ramadhan 1445 H

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.”

HR. Ahmad

29 Ramadhan 1445 H

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” 

HR. Ath Thoyalisi

28 Ramadhan 1445 H

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.”

HR. Muslim

27 Ramadhan 1445 H

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.

HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221

26 Ramadhan 1445 H

Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:

“Wahai seorang yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam perkara yang tidak bermanfaat; perbaikilah apa yang sudah berlalu pada malam lailatul qadar, karena beribadah satu malam padanya sama seperti (beribadah) seumur hidup.”

Lathaiful Ma’arif hal. 272

25 Ramadhan 1445 H

Do’a Lailatul Qadar

للَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).”

HR.Tirmizi dan yang lainnya

23 Ramadhan 1445 H

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو

“Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 362-363

22 Ramadhan 1445 H

Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan,

“Siapa yang menghadiri shalat berjamaah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 329

21 Ramadhan 1445 H