Hal-Hal Untuk Dipertimbangkan Saat Memilih Bimbel Depok
bimbel depok

Bagikan :

Ada banyak sekali tempat bimbel Depok di luar sana, sehingga beberapa dari Ayah dan Bunda mungkin kebingungan mencari yang terbaik untuk Ananda. Beberapa orang tua memang memilih untuk memberikan tambahan bimbingan untuk mendukung kemampuan akademik sang anak. Beberapa anak bahkan memiliki inisiatif sendiri untuk mengikuti bimbel.

Perlu diingat bahwa bimbingan belajar yang terkenal tidak menjamin yang terbaik dan cocok untuk semua anak. Jika Ayah Bunda sedang mencari bimbel masuk PTN, berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

Tenaga Pengajar yang Berpengalaman, Profesional, dan Berkualitas

Hal pertama yang harus Ayah Bunda pertimbangkan tentunya tenaga pengajar yang mengajar di tempat bimbel tersebut. Pastikan bahwa tenaga pengajar sudah terlatih dan memiliki pengalaman mengajar. Tenaga pengajar juga harus memahami bahwa setiap siswa mempunyai karakter yang berbeda-beda, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan.

Efektif tidaknya sebuah bimbel salah satunya bergantung pada tenaga pendidik, apakah mereka bisa menyampaikan materi pembelajaran dengan baik atau tidak. Sehingga, para siswa mampu memahami pelajaran yang disampaikan dengan baik. Jangan ragu untuk menanyakan hal ini pada pihak bimbel saat survey.

Kurikulum dan Metode Pembelajaran

Setiap tempat bimbingan belajar memiliki kurikulum dan metode pembelajaran sendiri yang mereka anggap efektif. Contohnya, ada tempat bimbel yang mengajarkan cara-cara cepat dalam menyelesaikan soal. Tanyakan hal ini pada pihak tempat bimbingan belajar sehingga Ayah Bunda bisa tahu apakah kurikulum serta metode pembelajaran yang diaplikasikan cocok untuk Ananda.

Jumlah Murid dalam Satu Kelas

Hal selanjutnya yang perlu dipertimbangkan dalam memilih tempat bimbel Depok adalah rata-rata jumlah siswa dalam satu kelas. Kuantitas siswa yang diajar menentukan efektif tidaknya proses pembelajaran. Semakin sedikit jumlah siswa, semakin baik fokus para siswa dalam memahami pelajaran yang disampaikan.

Selain itu, tenaga pengajar pun juga tidak akan kewalahan dalam mengatur kondisi pembelajaran. Satu tenaga pendidik mengajar 10 siswa tentunya akan lebih efektif dan terkontrol dibandingkan satu guru dengan 30 siswa. Perlu Ayah Bunda ketahui bahwa komunikasi dua arah juga memiliki pengaruh signifikan dalam hasil belajar Ananda.

Jarak Tempat Bimbel

Ayah Bunda disarankan untuk memilih tempat bimbingan belajar yang berlokasi dekat dengan rumah. Karena jika tempat bimbel terlalu jauh dari rumah, Ananda akan kelelahan di jalan, terlebih jika mereka sudah menghabiskan banyak energi di sekolah. Jika anak kelelahan, tentunya mereka tidak bisa maksimal berkonsentrasi dan mengikuti proses pembelajaran. Sehingga tujuan mengikuti kelas tambahan pun menjadi tidak efektif.

Bandingkan Keunggulan dari Masing-Masing Tempat Bimbel

Setiap tempat bimbingan belajar tentunya menawarkan benefits mereka sendiri. Seperti fasilitas yang disediakan, harga yang ditawarkan, potongan harga, dan lain sebagainya. Pilihlah beberapa tempat bimbel, kemudian bandingkan keunggulan dari setiap tempat bimbingan belajar tersebut. Dengan begini, Ayah Bunda dapat memilih yang terbaik sesuai dengan kebutuhan.

Walaupun saat ini semua tempat memiliki media sosial, akan lebih baik jika Ayah Bunda mendatangi langsung tempat bimbel yang akan dipilih. Sehingga Ayah Bunda bisa mengetahui secara langsung kondisi tempat bimbel tersebut.

Baca juga : Bimbel Masuk PTN: 8 Tips Masuk PTN Incaran

Sesuaikan Dengan Kebutuhan Anak

Yang terakhir adalah pastikan tempat bimbel sesuai dan dapat memenuhi kebutuhan Ananda. Ayah Bunda mungkin menyukai salah satu tempat bimbel tertentu, namun perlu diingat lagi bahwa sang anaklah yang akan belajar di tempat tersebut. Karena itu, tanyakan pada Ananda apakah mereka cocok dengan tempat bimbel yang Ayah Bunda pilih.

Itu tadi adalah beberapa hal yang Ayah Bunda perlu pertimbangkan saat memilih tempat bimbel Depok

Artikel Lainnya

Persiapkan dirimu untuk menjadi pejuang SNBT tahun ini! 🔥

X

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda yang artinya,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

HR. Bukhari, no. 1901

24 Ramadhan 1445 H

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.”

HR. Ahmad

29 Ramadhan 1445 H

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” 

HR. Ath Thoyalisi

28 Ramadhan 1445 H

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.”

HR. Muslim

27 Ramadhan 1445 H

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.

HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221

26 Ramadhan 1445 H

Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:

“Wahai seorang yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam perkara yang tidak bermanfaat; perbaikilah apa yang sudah berlalu pada malam lailatul qadar, karena beribadah satu malam padanya sama seperti (beribadah) seumur hidup.”

Lathaiful Ma’arif hal. 272

25 Ramadhan 1445 H

Do’a Lailatul Qadar

للَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).”

HR.Tirmizi dan yang lainnya

23 Ramadhan 1445 H

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو

“Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 362-363

22 Ramadhan 1445 H

Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan,

“Siapa yang menghadiri shalat berjamaah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 329

21 Ramadhan 1445 H