Masuk PTN Sesuai Potensi Diri, Memang Bisa?
masuk ptn

Bagikan :

Ketika sudah memasuki penghujung kelas 12, sebagian besar orang tua terkadang sudah mulai disibukkan dengan pemilihan perguruan tinggi yang akan dijadikan tempat menempuh pendidikan anak selanjutnya. Terlebih lagi, menentukan jurusan kuliah yang tepat bagi anak sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki tidak semudah yang dibayangkan. Namun, hal ini bukan berarti anak tidak bisa masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) sesuai dengan potensi diri yang dimiliki

Karena itulah, di pembahasan kali ini akan kita ulas mengenai beberapa tips masuk Perguruan Tinggi Negeri sesuai dengan potensi diri anak yang perlu ayah dan ibu perhatikan dan pertimbangkan dengan baik.

Bagaimana tips masuk PTN sesuai potensi diri?

Hingga sejauh ini, masih banyak kita temukan anak – anak yang salah dalam menentukan PTN dan jurusan kuliah karena sekadar ikut – ikutan teman saja. Padahal, memilih PTN dan jurusan kuliah perlu dipertimbangkan dengan baik dan matang lantaran menjadi kunci sukses meraih masa depan kelak. Demi memudahkan menemukan pilihan PTN dan jurusan kuliah yang sesuai dengan potensi diri, maka ayah, ibu maupun ananda di rumah sebaiknya menyimak beberapa tips penting di bawah ini.

1. Mencari tahu minat dan bakat yang dimiliki

Sebagai awal untuk meraih mimpi di masa depan, penting bagi ananda untuk mencari tahu mengenai apa minat dan bakat yang dimiliki. Sebagai contoh jika ananda gemar dengan menggambar, maka tidak ada salahnya untuk masuk PTN dan jurusan kuliah yang erat kaitannya dengan dunia desain.

Apabila dirasa masih bingung, maka bisa melakukan tes psikologi untuk menentukan kira – kira cocok untuk mengambil PTN dan jurusan kuliah yang mana. Dengan begitu, maka akan menemukan minat dan bakat yang dimiliki.

2. Gali potensi yang dimiliki

Ayah dan ibu juga bisa membantu anak memilih PTN dan jurusan kuliah dengan menggali potensi yang dimiliki oleh si anak. Dengan menerapkan cara ini, maka anak tidak perlu lagi merasa khawatir akan salah mengambil jurusan kuliah di kemudian hari. Sebab dengan menekuni minat dan bakat yang dimiliki, maka anak akan dapat menggali potensi lebih dini untuk menentukan mana PTN dan jurusan kuliah terbaik yang bisa dipilih.

3. Pelajari jurusan kuliah yang ditawarkan di Perguruan Tinggi Negeri

Sebelum benar – benar masuk PTN dan mengambil jurusan kuliah, pastikan ayah, ibu dan ananda di rumah mempelajari jurusan kuliah apa saja yang ditawarkan di PTN tersebut. Yang mana, jurusan kuliah satu ini umumnya akan memfasilitasi bakat dan minat calon mahasiswa nantinya.

Ananda dapat mencari tahu jurusan kuliah apa yang tersedia di PTN yang menjadi incaran ananda selama ini. Dengan mengetahui tips ini, maka akan lebih memudahkan bagi ananda untuk yakin mengambil jurusan kuliah yang akan dipilih nantinya.

4. Perhatikan prospek kerja setelah lulus kuliah

Ketika akan memilih PTN dan jurusan kuliah sesuai dengan potensi diri, ayah dan ibu beserta ananda juga wajib untuk memperhatikan bagaimana prospek kerja setelah lulus kuliah nanti. Apabila nantinya ananda akan bekerja sesuai dengan jurusan yang dipilih, maka perlu mengecek apakah keterampilan yang dimiliki juga akan dibutuhkan dalam dunia kerja atau justru sebaliknya. Selain itu, banyaknya peluang kerja yang ditawarkan juga bisa menjadi salah satu penentu untuk mengambil keputusan nantinya.

5. Diskusikan dengan orang tua ataupun teman

Masuk PTN dan memilih jurusan kuliah sesuai potensi diri memang tidak mudah, sehingga perlu diskusi antara anak dan orang tua. Dalam hal ini, ayah dan ibu di rumah bisa memberikan saran kepada anak mengenai PTN dan jurusan kuliah yang akan dipilih nantinya dengan mempertimbangkan kebutuhan dunia kerja saat ini. Dengan berdiskusi secara bersama – sama, maka akan memperoleh masukan dalam menentukan pilihan agar lebih yakin dan percaya dengan PTN dan jurusan kuliah yang diambil.

Baca juga : Bimbel Ujian Mandiri PTN Terpercaya untuk Masuk PTN Favorit

Jadi, itulah tadi beberapa tips penting yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dengan baik ketika akan masuk PTN dan mengambil jurusan kuliah. Insyaa Allah dengan menerapkan beberapa tips tersebut, maka ayah dan ibu akan dapat membantu anak menemukan PTN dan jurusan kuliah yang diminati sesuai dengan potensi diri yang dimiliki.

Untuk informasi Bimbel PTN dari bintang pelajar bisa menghubungi: 0822-2666-8651

Artikel Lainnya

Persiapkan dirimu untuk menjadi pejuang SNBT tahun ini! 🔥

X

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda yang artinya,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

HR. Bukhari, no. 1901

24 Ramadhan 1445 H

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.”

HR. Ahmad

29 Ramadhan 1445 H

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” 

HR. Ath Thoyalisi

28 Ramadhan 1445 H

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.”

HR. Muslim

27 Ramadhan 1445 H

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.

HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221

26 Ramadhan 1445 H

Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:

“Wahai seorang yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam perkara yang tidak bermanfaat; perbaikilah apa yang sudah berlalu pada malam lailatul qadar, karena beribadah satu malam padanya sama seperti (beribadah) seumur hidup.”

Lathaiful Ma’arif hal. 272

25 Ramadhan 1445 H

Do’a Lailatul Qadar

للَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).”

HR.Tirmizi dan yang lainnya

23 Ramadhan 1445 H

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو

“Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 362-363

22 Ramadhan 1445 H

Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan,

“Siapa yang menghadiri shalat berjamaah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”

Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 329

21 Ramadhan 1445 H