Alhamdulillah, ash-shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa man walah, amma ba’du.
Jawaban ringkas: Ya. Berdasarkan sejumlah dalil, setan menyukai musik dan senang bila manusia memainkannya, karena musik termasuk lahwal hadis (perkataan yang melalaikan), disebut sebagai โsuara setanโ, bahkan diistilahkan oleh Ibnul Qayyim sebagai โQurโan-nya setanโ. Berikut rincian dalilnya.
Musik termasuk โlahwal hadisโ yang dicintai setan
Setan menyukai musik dan senang jika manusia memainkannya, karena musik termasuk lahwal hadis โ yaitu perkataan atau hiburan sia-sia yang melalaikan manusia dari mengingat Allah. Allah taโala berfirman:
ููู ููู ุงููููุงุณู ู ููู ููุดูุชูุฑูู ูููููู ุงููุญูุฏููุซู ููููุถูููู ุนููู ุณูุจูููู ุงูููููู ุจูุบูููุฑู ุนูููู ู
โDan di antara manusia ada orang yang mempergunakan lahwal hadis (perkataan yang tidak berguna) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa ilmuโฆโ (QS. Luqman: 6)
Mendengarkan musik juga tergolong maksiat yang dapat melalaikan dari mengingat Allah. Padahal melalaikan manusia dari dzikir dan shalat adalah tujuan setan. Allah taโala berfirman:
ุฅููููู ูุง ููุฑููุฏู ุงูุดููููุทูุงูู ุฃููู ูููููุนู ุจูููููููู ู ุงููุนูุฏูุงููุฉู ููุงููุจูุบูุถูุงุกู
โSesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamuโฆ dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat.โ (QS. Al-Maidah: 91)
Musik disebut sebagai โsuara setanโ
Musik juga disebut sebagai suara setan. Allah taโala berfirman kepada iblis:
ููุงุณูุชูููุฒูุฒู ู ููู ุงุณูุชูุทูุนูุชู ู ูููููู ู ุจูุตูููุชููู
โDan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu (wahai setan).โ (QS. Al-Isra: 64)
Seorang ulama tabiโin, Mujahid bin Jabr rahimahullah, menafsirkan bahwa โsuara setanโ dalam ayat ini maknanya adalah al-ghinaโย yaitu nyanyian yang diiringi musik.
Alat musik dinamai โseruling setanโ oleh Abu Bakar
Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu โanhu mendapati dua anak perempuan bermain rebana di rumah Nabi, beliau berkata:
ู ูุฒูู ูุงุฑู ุงูุดููููุทูุงููุ
โSeruling setan? Seruling setan?โ (HR. Bukhari no. 3931)
Ini menunjukkan bahwa Abu Bakar radhiyallahu โanhu memahami alat musik sebagai โseruling setanโ, dan Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam tidak mengingkari penamaan tersebut.
Setan menggoda dengan nyanyian saat bepergian
Ketika dalam perjalanan, setan turut menggoda manusia untuk bernyanyi dengan musik. Abdullah bin Masโud radhiyallahu โanhu berkata bahwa jika seseorang menaiki kendaraan tanpa menyebut nama Allah, setan akan membonceng dan membisikinya untuk bernyanyi. (Riwayat dalam Dzammul Malahi, no. 40)
Kesimpulan Ibnul Qayyim: musik adalah โQurโan-nya setanโ
Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa setan menyukai musik. Bahkan Ibnul Qayyim rahimahullah menyebut musik sebagai Qurโan-nya setan:
ุฃูููู ุงููุบูููุงุกู ุงููู ูุญูุฑููู ู ููุฑูุขูู ุงูุดููููุทูุงูู
โKesimpulannya, nyanyian yang haram (yang diiringi musik) adalah Qurโan-nya setanโฆโ (Ighatsatul Lahafan, 1/254)
Oleh karena itu, sebagaimana setan lari dari rumah yang dibacakan Al-Qurโan di dalamnya, maka rumah yang senantiasa diperdengarkan musik justru mengundang kehadiran setan. Allahul mustaโan.
Wallahu aโlam, semoga Allah taโala memberi taufik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
โApakah benar setan menyukai musik?
Ya. Berdasarkan QS. Luqman: 6, QS. Al-Isra: 64, hadits Bukhari no. 3931, dan keterangan Ibnul Qayyim, musik termasuk hal yang disukai dan digunakan setan untuk melalaikan manusia dari mengingat Allah.
โApa itu โlahwal hadisโ dalam QS. Luqman: 6?
Lahwal hadis adalah perkataan atau hiburan sia-sia yang melalaikan dari jalan Allah. Sebagian ulama menafsirkannya mencakup nyanyian dan musik.
โMengapa musik disebut โsuara setanโ?
Merujuk QS. Al-Isra: 64, ulama tabiโin Mujahid bin Jabr menafsirkan โsuara setanโ sebagai al-ghinaโ, yaitu nyanyian yang diiringi musik.
โMengapa Ibnul Qayyim menyebut musik โQurโan-nya setanโ?
Karena musik yang haram menjadi pengganti dan penghalang dari Al-Qurโan di hati pendengarnya, sebagaimana beliau jelaskan dalam Ighatsatul Lahafan (1/254).
Rujukan: Al-Qurโan (Luqman 6, Al-Maidah 91, Al-Isra 64); Sahih Bukhari no. 3931; Dzammul Malahi no. 40; Ibnul Qayyim, Ighatsatul Lahafan 1/254. Disarikan dan disusun ulang dari KonsultasiSyariah.com.
Baca juga: Karakter Muslim: Selalu Menebar Manfaat dan Memberi Dampak Positif



